BLOG INI MILIK MUHAMMAD SALMAN UMAR IMANI - MAHASISWA AGROTEKNOLOGI - FAKULTAS PERTANIAN - UNIVERSITAS PADJADJARAN Dokter Tanaman: MASALAH GULMA DAN PENGENDALIANNYA PADA PERAIRAN
Nematoda mati pada suhu 45 derajat celcius##Plutella xylostella menyerang daun kubis- kubisan, sedangkan Crocodolomia pavonana menyerang Crop kubis## Kemunduran Benih Meningkat Sejalan Dengan Meningkatnya Kadar Air Benih ## protektan mencegah masuknya penyakit yang masih diluar benih agar tidak masuk kedalam benih, desinfektan mencegah penyakit yang sudah menempel dibenih agar tidak masuk kedalam benih, desinfektan mengobati benih yang telah terinfeksi oleh penyakit##

Jumat, 08 April 2011

MASALAH GULMA DAN PENGENDALIANNYA PADA PERAIRAN

I.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gulma menjadi masalah sejak manusia mengusahakan pertanian. Gulma menyebabkan gangguan dan kerugian pada tanaman budidaya seperti halnya hama dan penyakit, namun gangguan akibat gulma timbulnya sedikit demi sedikit, tidak drastis atau spektakuler.Gulma secara langsung maupun tidak langsung merugikan tanaman budidaya. Gulma adalah tumbuhan pengganggu, bisa berupa tumbuhan liar atau sisa-sisa tanaman budidaya yang sebelumnya ditumpangsarikan dengan tanaman utama. Keberadaan gulma bisa berakibat fatal bagi tanaman utama.Hal ini terjadi karena gulma memiliki daya kompetisi yang tinggi dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya matahari, CO2, dan tempat tumbuh. Selain itu, gulma juga menjadi inang alternatif bagi serangga hama, penyakit dan nematoda tertentu.
Besar kecilnya persaingan gulma terhadap tanaman pokok akan berpengaruh terhadap baik buruknya pertumbuhan tanaman pokok dan pada gilirannya akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya hasil tanaman pokok. Tinggi rendahnya hasil tanaman pokok,jika dilihat dari segi gulmanya dapat ditentukan oleh kerapatan gulma, mcam gulma, saat kemunculan gulma, kecepatan tumbuh gulma, dan lama keberadaan gulma.



Kerugian akibat gulma terhadap tanaman budidaya bervariasi, tergantung dari jenis tanamannya, iklim, jenis gulmanya, dan tentu saja praktek pertanian di samping faktor lain. Di negara yang sedang berkembang, kerugian karena gulma tidak saja tinggi, tetapi juga mempengaruhi persediaan pangan dunia. Beberapa gulma lebih mampu berkompetisi daripada yang lain (misalnya Imperata cyndrica), yang dengan demikian menyebabkan kerugian yang lebih besar.
Dalam kurun waktu yang panjang kerugian akibat gulma dapat lebih besar daripada kerugian akibat hama atau penyakit. Di negara-negara sedang berkembang (Indonesia, India, Filipina, Thailand) kerugian akibat gulma sama besarnya dengan kerugian akibat hama.
1.2 Tujuan
Dalam kesempatan kali ini kami akan menspesifikasikan pembahansan tentang gulma yaitu khusus pada perairan. Dengan tujuan yakni:
• Agar pembaca mengetahui apa saja yang termasuk pada gulma perairan.
• Agar kita mengetahui dampak negative dari gulma perairan.
• Agar kita mengetahui bagaimana cara pengendalian gulma pada perairan.
1.3 Identifikasi Masalah
Gulma pada perairan memang tidak berdampak langsung pada tanaman budidaya. Tapi secara tidak langsung gulma pada perairan dapat menimbulkan masalah yang cukup besar untuk tanaman, yaitu masalah dalam pengairan pada tanaman. Memang dampaknya begitu terasa ringan jika dibandingkan dengan gulma darat, tetapi jika gulma pada perairan dibiarkan akan berdampak tidak baik bagi ekosistem yang ada, khususya diperairan.
II. PEMBAHASAN
Air merupakan kebutuhan yang paling vital. Air memiliki kegunaan dalam fungsi konsumsi (minum, masak), irigasi, perikanan, pembangkit listrik, pelayaran, rekreasi dan lain-lain. Air sangat peka terhadap pencemaran. Keberadaan gulma di lingkungan perairan semakin lama akan menyebabkan adanya ledakan populasi gulma air tersebut. Hal ini dimungkinkan karena daya berkembang gulma air yang sangat cepat, apabila hal tersebut tidak segera mendapatkan perhatian yang lebih, maka gulma air tesebut dapat menimbulkan gangguan yang sangat merugikan.

- Sifat Tumbuh Gulma Air
Terdapat tiga sifat tumbuh dari gulma air, antara lain:
a. Sub merged : Hydrilla
b. Merged : Panicum repens, Scirpus spp.
c. Floating : Eichornia crassipes, Salvinia molesta

Salah satu kerugian dari gulma yang berhubungan dengan perairan yaitu gulma air mengurangi efesiensi sistem irigasi. yang paling mengganggu dan tersebar luas ialah eceng gondok (Eichhornia crssipes).
Eceng gondok atau tanaman dengan nama latin Eichhornia crassipes merupakan tumbuhan yang dapat mentolerir perubahan ekstrim dari ketinggian air, laju air dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium. eceng gondok akan bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada musim kemarau.
Eceng gondok berkembang biak secara vegetatif menggunakan stolon dan secara generatif menggunakan biji. Kemampuannya berkembang biak secara cepat dan daya tahan terhadap lingkungan yang sangat tinggi menyebabkan tanaman ini dapat berkembang dengan cepatnya.
Banyak sekali kerugian yang akan timbul dengan meledaknya pertumbuhan gulma ini salah satunya adalah terganggunya lalu lintas air dan juga pendangkalan sungai. Dengan meledaknya pertumbuhan gulma yang memenuhi sungai tentu menghalang transportasi jalur sungai. Karena eceng gondok yg tumbuh didaerah perairan tumbuh sangat subur. Tetapi banyak cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah ini, diantaranya adalah pembuatan briket dari eceng gondok yang dapat dijadikan salah satu alternatif bahan bakar untuk memasak.

contoh terganggunya transportasi jalur
sungai yang tumbuh subur diperairan.




Dampak negatif yang disebabkan oleh keberadaan gulma air antara lain:
1. Peningkatan kehilangan air.
Kehilangan air akan lebih cepat meningkat karena adanya peristiwa evapotranspirasi dari gulma air tersebut. Gulma air menyerap banyak air dari sungai ata tempat hidupnya.
2. Penurunan kapasitas waduk atau danau.
Di Rawa Pening, okupasi eceng gondok 10 % (250 ha) menurunkan kapasitas maksimal penyimpanan air sebanyak 0.5 – 2 % dari kapasitas maksimal 400 juta m3. Dengan penyerapan air yang luar biasa, dan transpirasinya yang cepat jelas itu akan membuat danau/ air tempar gulma itu hidup akan berkurang.
3. Halangan aliran air
Keberadaan gulma air juga dapat menurunkan debit air dari suatu kanal atau irigasi. Hal tersebut dipengaruhi oleh kerapatan dan volume gulma air. Penurunan debit berkisar antara 10 – 90 %. Gulma perairan sangat melimpah dikarenakan oleh system reproduksinya yang sangat cepat. Dengan banyak gulma air yang begitu banyak, aliran air jadi tersumbat.
4. Interferensi dengan pelayaran
Adanya gulma air yang mengapung di jalur pelayaran dapat menghambat mobilitas kapal-kapal untuk melakukan pelayaran. Kerugian yang disebabkan adanya gulma air yang menghalangi jalur pelayaran, antara lain ialah :
a. Gulma air yang terbenam mengotori dan menggangu baling-baling kapal motor.
b. Akibat adanya pemblokiran eceng gondok di Sungai Nil, mobilitas kapal terhambat 1- hari. Kerugian yang diderita oleh Pemerintah Sudan pada tahun 70’an sebesar $ 1.5 juta /tahun.
5. Ancaman bagi pertanian dan kesehatan
Invasi eceng gondok yang terjadi di rawa pening meningkatkan serangan tikus (Rattus argentiventer). Tikus tersebut, selain menyerang tanaman padijuga membawa bibit penyakit Leptospirosis. Nyamuk Anopheles, Culex dan Mansonia yang menjadi vector malaria dan filariasis akan menjadikan gulma air sebagai inang.





6. Pengaruh terhadap perikanan
Gulma yang terapung seperti Lemna, Pistia, Salvinia dan Eichornia akan menurunkan kadar 02 dalam air dan mengurangi penetrasi sinar matahari, akibatnya fitoplankton terhambat pertumbuhannya sehingga populasi ikanmenjadi terhambat.
Contoh : Di Rawa Pening pada tahun 1931 terjadi penurunan produksi ikan
dari 124 kg/ha menjadi hanya 3.5 kg/ha karena permukaan danau tertutup
eceng gondok
7. Gulma air mngurangi efisiensi sistem irigasi
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa dengan banyaknya gulma pada perairan, itu akan menimbulkan dampak negative yaitu salah satunya mengurangi efesiensi system irigasi, Karena aliran air tertutup oleh gulma.

Oleh karena segala dampak negative itu, maka keberadaan gulma harus di kendalikan. Dikendalikan bukan berarti harus dimusnahkan. Pemusnahan adalah jalan terakhir jika gulma itu sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Karena selain gulma itu memiliki segala dampak buruk, gulma pun (perairan khususnya )mempunyai sisi positif, yaitu :
1. Sebagai agen fitoremediasi. Beberapa gulma air memiliki kemampuan untuk menyerap logam- logam berat yang hasil dari limbah pabrik.
2. Beberapa gulma pun bisa dijadikan sebagai bahan kerajinan. Dengan populasi gulma yang begitu melimpah, itu bisa dijadikan oleh sebagian orang sebagai peluang usaha. Salah satunya digunakan sebagai kerajinan. Misalnya untuk membuat kursi, meja dll dari bahan gulma perairan.
3. Bisa juga digunakan sebagai pupuk organic.
4. Sebagai produsen primer. Sumber pangan bagi biofag-biofag air (biofag = pemakan makhluk hidup), hal tersebut menyebabkan keseimbangan ekologi perairan tetap terjaga.
5. Sebagai siklus zat makanan dan pemurnian air. kehadiran eceng gondok dapat bermanfaat untuk menurunkan dan memurnikan air dari pencemaran logam berat (Pb, Hg), metal-metal karsinogenik (Ni, Cd), pencemar organik (turunan fenol),dan limbah pertanian dan rumah tangga (pestisida, pupuk N dan P). Gulma Scirpus lacustricus, efektif untuk menyerap bakteri dan jasad-jasad renik yang lain serta sisa bahan organik di air sehingga dapat memurnikan air.


Peningkatan populasi gulma air erat hubungannya dengan :
1. Kepadatan populasi gulma air sangat penting dalam menentukan peranan vegetasi ini dalam ekosistem.
2. Satu individu eceng gondok dapat berlipat ganda dalam waktu 10 hari. Secara teoritis, seluruh permukaan air di bumi ini akan ditutupi eceng gondok dalam waktu 1 tahun 8 bulan. Tapi faktanya hal ini tidak pernah terjadi.

Jenis-jenis Gulma Air yang Penting

Nama Umum NAMA ILMIAH
Eceng gondok Eichornia crassipes (Mart) Solae
salvinia Salvinia molesta D.S. Mitchell
Selada air Pistia stratiotes L.
Hydrilla Hydrilla verticillata (L.F) Royle
Teratai Nelumbo nucifera Gaerth
Bulrush raksasa Scirpus grassus L.
Lempuyangan Panicum repens L.
Narrow leaf cattail Typha augustifolia L.
monochoria Monochoria vaginalis (Burm. T)
Cucullate salvinia Salvinia cucullata Roxb. ex Bory













- Pengendalian / Pengelolaan Gulma Air
Pengelolaan gulma air dapat dibagi menjadi tiga metode, yaitu:
A. Memanfaatan gulma air menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis bagi masyarakat, semisal:
• Pembuatan kompos dari eceng gondok.
• Pembuatan bahan kerajinan rumah tangga dengan menggunakan serat yang berasal dari batang eceng gondok.
• Menjadikan gulma air tersebut sebagai bahan baku kertas atau tekstil.
• Pembuatan pakan ternak.
B. Metode pengendalian jangka pendek
a. Metode Fisik
Metode ini dilakukan dengan menggunakan tangan ataupun dengan bantuan alat mekanis, seperti pengangkatan gulma air di waduk dengan eksavator, dan pemotongan pulau-pulau terapung di Rawa Pening. Hasil potongan tersebut kemudian diangkat ke darat.
b. Metode Kimia
Penggunaan herbisida sering kali menimbulkan tantangan sehingga perlu untuk dilakukan penelitian yang mendalam mengenai toksokologi atau tingkat racunnya, residu dari herbisida tersebut dan degradasi lingkungan yang disebabkan oleh herbisida, yang kesemuanya dapatmempengaruhi ekosistem di perairan tersebut.

Nama Herbisida Dosis kg/ha atau ppm Target
Ametryn 0.5 -1.0 kg/ha Eceng gondok,
Salvinia
Bromacil 20 - 40 kg/ha Panikum repens,
Dalapon 5 – 10 kg/ha Panikum repens,
Diquat 0.5 – 2 kg/ha Eceng Gondok,
Salvinia, Hydrilla
Dirron 20 – 40 kg Panicum repens,
Glifosat 1 – 2 kg Eceng gondok,
Algae, dll
Simazine 1 -5 ppm Ganggang
2.4 D 20 – 30 kg/ha Nelumbo spp
2.4.5 T 1 – 15 kg Mimosa pigra, dll



c. Metode Biologis
Menyangkut introduksi agen biotik ke dalam suatu areal. Agen tersebut dapat berupa serangga, tungau, pathogen, siput, ikan atau mamalia.
Contoh:
• Introduksi kumbang Agascicles hygrophyla untuk pengendalian gulma alligator (Alternanthera philoxeroides).
• Neochetina spp dan Alternaria eichorniae untuk pengendalian eceng gondok.
• Ikan Ctenopharyngodon idella untuk mengendalikan Hydrilla verticillata. Tetapi ikan tersebut juga memakan padi.
Pengendalian gulma secara biologi adalah pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain berupa binatang ataupun tumbuhan berderajat rendah hingga berderajat tinggi, misalnya: cendawan, bakteri, tumbuhan/tanaman berderajat tinggi, binatang/hewan ternak. Pengendalian biologi merupakan salah satu cara pengendalian yang dinilai cukup aman dan mempunyai beberapa keuntungan. Keuntungan dari pengendalin biologi tersebut adalah :
1. selektivitas tinggi dan tidak menimbulkan hama baru
2. organisme yang digunakan sudah tersedia di alam
3. organisme yang digunakan dapat mencari dan menemukan inangnya
4. dapat berkembangbiak dan menyebar
5. hama tidak menjadi resisten atau kalaupun terjadi sangat lambat
6. pengendalian berjalan dengan sendirinya

Eichornia crassipes (Martius) Solms-Laubach (Pontederiaceae)
Eceng gondok (Eichornia crassipes) merupakan gulma air di banyak negara yang menghambat aliran air, mencegah akses sampai kedalaman air. Sukses pengendalian biologi eceng gondok telah dicapai di beberapa negara sejak pertengahan tahun 1970an dengan agen Neochetina eichorniae (Curculionidae) telah diintroduksi ke Papua Nuigini pada tahun 1986 dan bersama N. bruchi telah mengendalikan eceng gondok di beberapa negara.
Selain eceng gondok (Eichornia crassipes) terdapat gulma air lainnya Salvinia molesta Mitchell. Salvinia molesta Mitchell merupakan gulma air yang memiliki karakteristik laju biaknya sangat cepat dengan sifat adaptasi yang tinggi di berbagai kondisi lingkungan, terutama pada air buangan aktivitas industri, limbah domestik, limbah pertanian dan kehutanan.Gulma air ini berkembang biak dengan rimpang dan potongan tanaman, dengan laju pertumbuhan yang cukup tinggi. Populasi akan menjadi dua kali lipat dalam 2.5 hari (Room et.al., 1984) yang akan membentuk lapisan tebal menutupi permukaan air dan dapat mencapai ketebalan 3 kaki. Keberadaannya pada permukaan perairan dapat mengakibatkan penurunan kualitas air, pendangkalan sungai, waduk, situ dan perairan lainnya, penyumbatan aliran air, penurunan debit air sungai yang berakibat menurunkan produksi budidaya ikan tawar di tambak-tambak, produksi pertanian, maupun pengurangan air baku untuk industri dan keperluan rumah tangga, serta penyebab polusi lingkungan dan sebagai sumber penyakit pada manusia.
Hanya saja pada pngendalian secara biologi ini memerlukan beberapa tahapan penelitian dan pengujian, memerlukan waktu yang panjang, dana yang besar pada tahap awal,
pengetahuan yang luas mengenai gulma dan musuh alaminya (sarana pengendalian/agen pengendalian biologi).














III. KESIMPULAN
Meskipun gulma air tidak menimbulkan kerugian secara tidak langsung terhadap tanaman. Namun apabila gulma perairan ini didiamkan saja atau tidak dikendalikan, maka gulma air akan menjadi suatu bencana yang cukup besar bagi pertanian. Dan gulma air ini memang harus dikendalikan, karena selain merugikan pada areal pertanian, gulma air ini juga sangat merugikan untuk aspek- aspek yang lain. Gulma perairan itu sebenarnya sangat menguntungkan jika ditempatkan pada tempat yang benar, atau kita benar benar bisa memanage nya dengan baik. Sama halnya dengan salah satu dari pengertian gulma itu sendiri yaitu, gulma adalah tumbuhan yang salah tempat. Itu berarti jika gulma itu tumbuh ditempat yang tepat, maka gulma itu bukan menjadi gulma lagi, malah jadi menguntungkan.













DAFTAR PUSTAKA

http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/37098/A86jum_abstract.pdf?sequence=2
http://iirc.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/40418/2/BAB2_Perkembangan_Ilmu_Gulma.pdf
http://www.scribd.com/document_downloads/direct/50569356?extension=pdf&ft=1300029574<=1300033184&uahk=BwvryGFXAQFlUTXCq6m09BoVWVk
http://www.linkpdf.com/download/dl/gulma-perairan-dan-strategi-pengendalian-pdf-free-download--.pdf
http://www.p2pnfisemarang.org/2010/e-learning/download/1122166026loenceng.pdf


DOWNLOAD DIBAWAH :
KLIK DIDIEU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar