BLOG INI MILIK MUHAMMAD SALMAN UMAR IMANI - MAHASISWA AGROTEKNOLOGI - FAKULTAS PERTANIAN - UNIVERSITAS PADJADJARAN Dokter Tanaman
Nematoda mati pada suhu 45 derajat celcius##Plutella xylostella menyerang daun kubis- kubisan, sedangkan Crocodolomia pavonana menyerang Crop kubis## Kemunduran Benih Meningkat Sejalan Dengan Meningkatnya Kadar Air Benih ## protektan mencegah masuknya penyakit yang masih diluar benih agar tidak masuk kedalam benih, desinfektan mencegah penyakit yang sudah menempel dibenih agar tidak masuk kedalam benih, desinfektan mengobati benih yang telah terinfeksi oleh penyakit##

Minggu, 22 April 2012

Peramal :D

      Permalan adalah cara untuk mengetahui masa depan, dan peramal identik dengan dukun. Namun siapa sangka anak jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) pun bisa melakukan ramalan, tentu peramalan disini berbeda dengan dukun. Peramalan yang dilakukan anak- anak jurusan HPT yaitu mengenai Epidemi Penyakit pada tanaman. Epidemi penyakit adalah penyebaran penyakit yang terjadi pada suatu lahan yang kita budidayakan. 
        Ketika seorang dukun meramal masa depan manusia akan seperti apa, baik atau buruk. Maka seorang peramal epidemic penyakit akan meramal apakah ketika berbudidaya akan diserang oleh penyakit yang berat atau kah ringan, yang nantinya akan berhubungan dengan tindakan antisipasi yang kita lakukan. Peramalan epidemic penyakit ini sangatlah penting karena dengan kita mengetahui tingkat serangan penyakit yang akan menyerang ketika dipertengahan budidaya kita, maka kita akan mempersiapkan senjata senjata untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen. 
         Ada dua fakor yang perlu diperhatikan dalam peramalan epidemic penyakit ini, yaitu lingkungan dan inokulum awal. Ketika melakukan permalan epidemic ini lingkungan sangat lah penting, karena perkembangan dan pertumbuhan penyakit akan sangat tergantung kepada lingkungan sekitarnya, mendukung atau tidak. Lingkungan ini adalah Suhu, Kelembaban, pH tanah, kebersihan, dll, jika lingkungannya mendukung maka sudah bisa dipastikan serangan penyakit akan sangat tinggi dan tentunya harus dilakukan antisipasi untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Caranya adalah dengan mengatur waktu tanam untuk menghindari suhu yang ekstrim, sanitasi dan drainase yang baik untuk menghindari kelembaban yang berlebihan, pengapuran dilakukan untuk mengubah pH tanah menjadi netral. 
        Factor yang kedua adalah inokulum awal. Inokulum awal adalah banyaknya/ jumlah mikroorganisme pengganggu yang ada pada awal sebelum berbudidaya. Bisa dibilang perkembangan penyakit tergantung kepada inokulum awal yang ada, semakin banyak inokulum yang ada pada suatu lahan pertanaman maka kemungkinan besar juga serangan penyakit semakin besar pula, begitupun sebaliknya. Cara untuk mengatasi inokulum awal ini dalah dengan memusnahkan sumber- sumber inokulum yang ada pada lahan yang akan menjadi tempat budidaya. 

Oleh : M Salman Umar Imani 
Sumber : Perkuliahan Peramalan Hama Penyakit Tanaman
Selengkapnya...

Selasa, 13 Maret 2012

Materi Kuliah Semester 6 (Download)

Tempat Download Bahan Ajar baru. ini khusus materi semester 6. untuk semester sebelumnya (semester 5) ada di thread sebelumnya. jadi untuk temen temen yang mau ambil bahan kuliah semester ini, ambil aja, gratis ko. mudah mudahan dengan hadirnya blog ini bisa membantu teman teman sekalian. hatur nuhun. Sistem Pertanian Berkelanjutan Konservasi
- Pertemuan 1 (Download here)
- Pertemuan 2 ( Download here)
- Pertemuan 3 ( Download here)
- Pertemuan 4 (Download here)
 - Download Materi FULLLLL (Download here)

Toksikologi Pertanian
- Pertemuan 1 (Download here)
- Pertemuan 2 (Download here)
- Pertemuan 3 ( Download here) 
- Pertemuan 4 (Download here)

MIPKI
- Materi Praktikum 1 (Download here)

Sistem Pertanian Berkelanjutan Organik
- Pertemuan 4 ( Download here) 

- Materi SPBO (Download here)  
Pestisida dan Teknik Aplikasi
- Pertemuan 2 (Download here) Selengkapnya...

Senin, 12 Maret 2012

I'm Return !

Sudah lama tak bersua dengan blogku ini. Semenjak internet kosan diputus, aktivitas didunia maya jadi tersendat. Sekarang sudah semester baru, semester 6. Saya berharap yang lebih baik lagi disemester ini, karena semester kemarin adalah semester terbaik selama ini.
Banyak harapan yang ingin dicapai, yang pertama tingkatkan IPK, dengan semakin sadarnya bahwa IPK itu juga penting dalam mencari karir dimasa depan nanti, saya berusaha keras untuk meningkatkan IPK yang ada, dengan cara yang baik tentunya. Karena ada cara- cara singkat juga dalam meningkatkan IPK, namun cara seperti itu hanya akan mendapatkan nilai semata, tidak dengan hard dan softskill, yang justru itu lah yang sebenarnya kita butuhkan didunia nyata nanti.
 Harapan selanjutnya adalah mengejar beasiswa, hasrat tersebut mulai muncul mengobar, setelah sebelumnya saya tidak bisa sempat ikut seleksi beasiswa yang diharapkan untuk maju ke tahap selanjutnya. Hasrat tersebut semakin menggebu karena dalam hati saya berkata dengan yakinnya bahwa saya pasti bisa lolos seleksi ini. Tapi kenyataan berkata lain, dan saya harus menerima itu dan bersabar. Karena sifat saya itu adalah tidak bisa menerima kekalahan, saya penasaran dengan beasiswa ini. Saya merasa tertantang untuk bisa mendapatkan itu.
 Ya! Semester ini, saya pasti bisa. Karena saya yakin dengan potensi yang ada pada diri ini. Semester ini sudah ada sedikit kemajuan. Dan saya yakin semester ini dan selanjutnya pasti akan lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi, hingga saatnya saya bisa menjadi yang terbaik. Selengkapnya...

Rabu, 21 September 2011

Bentuk PHT (Trap Barrier System)

        Kala itu kami dan tim melakukan bina desa didaerah Tanjung sari, desa gunung manik. Mereka bercurhat- curhat kepada kita tentang masalah yang dihadadpinya ketika itu. Namun dengan sedikit ilmu yang kami miliki, akhirnya kami pun bertanya kembali kepada pembimbing tentang apa yang telah mereka curhatkan, dan bagaimana solusinya, dan diberilah solusi Trap Barrier System (TBS) dengan segala tekniknya. Kemudian kami datang kembali dengan kepercayaan diri yang tinggi, dan mulai menyalurkan informasi yang telah diterima. Dan responya? Kita lihat dibelakang. 

       Trap Barrier System (TBS) adalah sebuah perangkap yang digunakan untuk meng merangkap tikus yang menyerang sawah. Seperti kita ketahui, sekarang ini tikus adalah momok yang sangat menyeramkan bagi para petani padi disawah. Pertanaman padinya hamper mencapai titik gagal panen, bahkan sampai gagal panen. Betapa tidak, tikus yang menyerang itu bukan satu atau dua, tapi hingga ratusan. Di daerah gunung manik kec Tanjung Sari, kab Sumedang saja, para petani mereka hamper tidak mau bercocok tanam padi lagi karena mereka merasa sangat terrganggu dengan adanya serangan dari tikus sawah tersebut. Karena memang ketika dilihat waktu itu kondisi padinya sangat kurang terjaga,gulma tumbuh tak beraturan, dan tumbuh dengan sehat, mungkin itu adalah bentuk ke pasrahan mereka terhadap serangan tikus tersebut. 
        
       Mereka bilang, mereka sudah melakukan segala cara untuk menangkal serangan tikus tersebut, namun serangan tikus masih saja meraja lela. Tapi akhirnya mereka tetap tidak mau menjadikan padi sebagai komoditas utama mereka, mereka lebih memilih bercocok tanam jagung, dan berternak sapi, itu lebih menguntungkan “katanya”. Trap Barrier System (TBS) ini cukup efektif dalam mengurangi jumlah tikus yang menyerang pertanaman padi, dan menurut beberapa saksi, memang begitu. Pada prinsip nya Trap Barrier System (TBS) ini adalah menjebak tikus agar bisa masuk perangkap. 





Gambar tersebut menunjukan bagaimana cara kerja Trap Barrier System. Kita menyimpan tanaman perangkap ditengah tengah tanaman yang akan kita budidayakan,. Tanaman perangkap ditanam 3 minggu sebelum tanaman asli yang akan kita budidayakan ditanam, hal ini dilakukan supaya tanaman perangkap lebih dahulu mencapai fase generative dibandingkan tanaman yang kita budidayakan. Kenapa tanaman perangkap harus lebih mencapai fase generative dibandingkan tanaman yang kita budidayakan? Karena pada dasarnya tikus menyerang pertanaman padi pada fase generative, jadi hal tersebut  dilakukan agar si tikus menyerang si tanaman perangkap yang telah dibuat. Dan pada tanaman perangkap tersebut kita simpan perangkap atau perangkap tersebut dinamakan bubu.
  
Tikus menyerang tanaman perangkap, pada tanaman perangkap tentunya terdapat perangkap untuk tikus tersebut. kemudian tikus terperangkap, terperangkap sebanyak- banyaknya. Dan ketika tanaman asli yang akan kita budidayakan mulai mencapai fase generative, si tikus sudah mulai habis karena terperangkap dalam tanaman perangkap tersebut. Ketika tikus sudah terperangkap, hendaknya kita membunuh dan membuang bangkai tikus tersebut sejauh mungkin, agar tidak dicurigai oleh tikus- tikus lainnya yang akan memasuki perangkap. Seperti itu lah prinsip dari Trap Barrier System.
Untuk teknik pembuatannya, saya akan post kan pada postingan selanjutnya. Supaya para pembaca terasa penasaran. :D
Selengkapnya...

Minggu, 18 September 2011

Strategy Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu

           Konsep Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (PHPT) hadir karena pengendalian pengendalian sebelumnya dinilai kurang efektif atau memiliki dampak yang sangat berbahaya terhadap lingkungan tempat kita hidup. Oleh karena itu aspek ekologi sangat lah diperhitungkan dalam konsep Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu ketika melakukan pengendalian, dan Pengendalian Hama dan Penyakit terpadu ini sifatnya adalah kondisional. Maksud dari kondisional disini yaitu pengendalian dilakukan ketika waktu waktu tertentu, dan sebelum kita memasuki ke pengendalian, kita melakukan metode preventif terlebih dahulu sebelum masuk ke pengendalian atau metode kuratif. Metode preventif adalah perlakuan yang bersifat mencegah, dalam artian, kita melakukan tindakan pencegahan serangan dari pathogen sebelum pathogen itu benar benar menyerang tanaman yang kita budidayakan. Dan metode pencegahan ini tentunya bukan pencegahan menggunakan pestisida, karena itu sangat bertentangan sekali dengan konsep Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu yang memang tujuan lahirnya konsep ini adalah untuk meminimalisir penggunaan pestisida yang diduga sangat merusak lingkungan. Tapi tindakan dari metode preventif ini adalah seperti sanitasi, mengatur jarak tanam, dilakukannya tumpang sari, pergiliran tamanan atau rotasi tanaman, dll, yang sifatnya pengendalian secara biological. 
        Ketika sudah ada penyerangan dari pathogen baru kita masuk ke metode kuratif yang artinya pengobatan, atau penyembuhan dari serangan pathogen. Sebenarnya kurang cocok jika dikatakan penyembuhan, karena kalo penyembuhan itu artinya ketika sudah dilakukan tindakan maka apa yang telah kita tindak itu kembali normal, namun dalam tanaman yang telah diserang itu sulit untuk disembuhkan, karena jika sudah terserang maka kemungkinan tidak akan kembali normal seperti semula. Ada economic threshold dan economic injury level, kedua hal tersebut adalah yang mendasari penggunaan metode kuratif. Metode tersebut dilakukan ketika serangan pathogen telah mencapai ambang batas ekonominya (economic threshold) dan ketika juga telah mencapai economic injury level. 
          Economic threshold atau juga ambang batas ekonomi adalah suatu kondisi dimana ketika serangan hama sudah mulai mencapai titik tertentu yang sudah ditentukan, dimana penentuan titik tersebut adalah berdasarkan hasil yang akan diperoleh ketika pengendalian tersebut dilakukan, maka kita masih bisa memperoleh keuntungan. Sedangkan economic injury level, yaitu suatu kondisi dimana kita memang benar benar harus mengendalikan dari serangan pathogen, karena jika tidak dikendalikan maka kita akan mendapat kerugian. Jika economic injury level dilakukan maka kita tidak akan mendapat kerugian, namun juga tidak mendapat keuntungan. Jika sudah mencapa titik economic injury level, kita diperbolehkan menggunakan pestisida sebagai cara pengendalian, namun jika masih berada dalam titik aman atau ambang batas ekonomi, kita dianjurkan untuk tidak menggunakan pestisida. Maka dari itu pencegahan sangatlah penting, kita sebisa mungkin harus mencegah segala hal yang berhubungan dengan pathogen agar mereka tidak bisa berpenetrasi masuk menyerang tanaman yang telah kita budidayakan. 
       Pada konsep Pengendalian Hama dan Penyakit terpadu (PHPT) zaman sekarang, ada metode tambahan selain dari metode preventif dan kuratif, yaitu metode preemtif, dan responsive. Kedua metode tersebut ditambahkan agar konsep Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu ini bisa lebih efektif dari sebelumnya. Secara definisi metode Preemtif adalah tindakan pengendalian yang berdasarkan pada informasi keadaan serangan hama pada musim sebelumnya, serta sekedar dugaan manfaat yang mungkin diperoleh dari tindakan pengenendalian yang dilakukan, seperti sanittasi, rotasi, tumpang sari dll. Sedangkan definisi dari metode responsive adalah tindakan yang didasarkan pada informasi dan status hama pada musim yang sedaang berlangsung, serta didasarkan pada evaluasi terhadap manfaat yang diperoleh dari tindakan yang dilakukan.
           Segitiga tersebut dinamakan dengan segitiga Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (PHPT). Segitiga ini menggabarkan dengan jelas tentang Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (PHPT) secara umum. Segitiga itu menggabarkan bahwa “Biological Control based on IPM technology” adalah pengendalian yang harus diutamakan, hal tersebut tergambar dari porsinya yang begitu besar, sedangkan pengendalian dengan “Chemical Pest” sangat dihindari atau diminimalisir, hal tersebut juga sangat tergambar dengan jelas bahwa porsi dari “Chemical Pest” sangat kecil sekali. 
             Agroekosistem adalah asosiasi yang dinamis antara lingkungan dengan makhluk hidup. Jika saja ada yang hilang dari salah satu komponen tersebut, maka semuanya bisa saja menjadi kacau. Maka dari itu untuk bisa mengendalikan hama dan penyakit dengan tepat, kita harus bisa mengidentifikasi kondisi lingkungan abiotik, identifikasi tumbuhan inang utama/ alternative, identifikasi OPT dan musuh alami, identifikasi sumber daya pengendalian OPT. hal hal tersebut sangat lah penting untuk diketahui. Saya ambil contoh , jika saja kita tidak paham tentang OPT dan musuh alami, bisa- bisa musuh alami pun kita bunuh dengan perasaan tak berdosa, padahal keberadaan musuh alami tersebut sangat lah dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan yang ada dialam ini. Begitu pun dengan hal hal yang lain, semuanya sangat penting.
Selengkapnya...

Rabu, 14 September 2011

Screen House (Rumah Kasa)

       Perbaikan Teknik Budidaya untuk tanaman holtikultur, yaitu dengan menggunakan screen house atau rumah paranet. Konsep ini lebih mengarah kepada metode protektif, maksud dari protektif disini adalah tanaman- tanaman budidaya yang kita budidayakan ditanam didalam paranet, dan paranet ini lebih melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Screen house ini bukan asli berasal dari Indonesia, screen house ini adalah introduksi metode dari eropa, dan sebenarnya ada alih fungsi dari screen house ini ketika sampai diindonesia. Fungsi sebenarnya dari screen house ketika di eropa adalah untuk menjaga kondisi didalam screen house terjaga, suhu dan kelembabannya, karena memang kondisi cuaca disana sangat ekstrim dan mereka berfikir bahwa screen house bisa menjadi salah satu solusinya. Screen house ini adalah modifikasi dari green house, hal ini dikarenakan mungkin green house terlalu mahal. Karena kassa/ paranet untuk screen house relative lebih murah dibandingkan plastic UV untuk green house. 

      Metode budidaya yang dilakukan sama seperti metode budidaya professional yaitu perencanaan, kemudian pemilihan benih, penyemaian (hanya untuk sayuran{yang memiliki benih kecil}), tanam, panen, dan pasca panen. Pemilihan benih sangat lah penting karena benih adalah awal dari segalanya, jika benihnya kurang baik, maka bisa dipastikan hasilnya pun tidak akan baik. Syarat benih yang berkualitas adalah sebagai berikut : kemurnian lebih dari atau sama dengan 90%, benih sehat ( tidak tertular penyakit), daya kecambah lebih dari 90%, vigor tinggi, baik secara genetis, dan sebaiknya disarankan kita sebagai petani professional harus memilih benih yang bersertifikat karena benih yang telah melalui tahap sertifikasi itu sudah memiliki criteria- criteria yang telah disebutkan diatas tadi. Dalam konsep screen house ini (atau metode protektif), media tanam harus lah higienis, agar terjaga dari penyakit. Oleh karena itu sebelum tanam tanah sebagai media tanam tersebut harus distreilisasi terlebih dahulu dengan cara diuapkan, dengan dicampur fitmos dan sekam perbandingan 3:1. 
        Dalam konsep ini, irigasi sangatlah penting karena irigasi yang buruk akan membuat kondisi ruangan didalam rumah kassa akan membuat ruangan sangat lembab, dan itu akan mengundang pathogen datang, kondisi seperti itu sangat disukai oleh pathogen. Mulsa adalah salah satu bagian penting dari konsep rumah kassa ini. Karena mulsa dapat membuat tanaman lebih nyaman. Fungsi mulsa antara lain : memlihara kelembaban agar tetap terjaga(tidak terlalu tinggi), memelihara suhu (agar tidak rendah), mengaktifkan organism- organism antagonis, menonaktifkan gulma- gulma, dll.
Selengkapnya...