Buat kamu yang suka download download file gede, kamu pasti pake Internet Download Manager (IDM) supaya kecepetannya secepet dewa, yang artinya itu suka ngabisin bandwith dijaringan speedy kamu ato segala macem lah, coba deh pake speed limiter. Tahu kah kamu, pasti pada tau dong, ketika salah satu dari kamu ngedownload sesuatu yang ukuran filenya gede bejibun, kamu keliatannya seneng dan puas banget dengan kecepatan download kamu hingga bisa sampe 130kb/sec, tapi sadarkah kalian? Sebenernya kalian sudah mendzolimi orang lain, ketika kamu mendownload dengan kecepatan tinggi, maka orang lainlah yang kena imbasnya, kamu emang cepet, tapi temen kamu jadi lola nanti koneksinya.
Dan ini yang sering saya alami dan mungkin temen temen juga alami, kesal pasti. Maka dari itu saya mencoba menawarkan bagi kalian yang menggunakan Internet Download Manager (IDM), coba lah pake speed limiter, supaya nanti kita tidak mengganggu aktifitas orang lain yang sedang enak enak browsing ehh… tiba tiba jadi lemot gara gara ulah kita, kan kasian juga, gimana coba kalo itu terjadi sama kamu, kamu lagi enak enak nyari tugas, ehh tiba tiba jadi lambat banget dah si koneksi internetnya, pasti sering kamu alamin tuh.
Maka dari itu, marilah temen temen kita berkompromi bersama, agar saling membuat diri kita dan jaringan kita tetap aman, nyaman, dan bebas dari kuman(apasi? :D). buat temen temen yang belum tau cara nya, gampang banget. Pertama kamu buka Internet Download Manager (IDM) kamu, terus klik kata download yang ada dibagian paling atas, terus klik speed limiter, terus klik turn on speed limiter, atau disetting dulu, ada kata setting kan disitu, klik aja, set speed limiter sesuai dengan kesepakatan. Kalo saya sendiri usulkan speed limiternya maksimal Cuma sampe 30kb/sec, supaya internetan bisa lancer jaya. Buat yang masih belum mengerti akan saya sertakan gambar supaya lebih mudah di pahami :
Klik Untuk memperbesar gambar.
Selengkapnya...
Sabtu, 10 September 2011
Speed limiter Internet Download Manager (IDM)
Jumat, 09 September 2011
Motivasi Diri
Sepenggal kisah dari masa lalu yang suram telah membuatku berubah, berubah kearah lebih baik tentunya. Setelah semester semester lalu yang ku lewati begitu kurang memuaskan, dengan indikasi Indeks Prestasi(IP) saya tidak sama sekali memuaskan saya, stagnan tak ada perubahan ga naek ga turun. Kesal, sebal, bercampur, namun itu bukan salah siapa siapa, itu hanya salah diriku seorang, yang tak benar benar serius dalam memburu prestasi, banyak hal hal yang membuat ku terhambat dalam proses pembelajaran. Sebenarnya jika kita pikir- pikir, atau mencoba mengkalkulasikan waktu yang telah dilewati, sangat sanga sangat banyak sekali waktu yang sebenarnya bisa dijadikan untuk belajar, namun malah disalahgunakan, rasa mala situ masih berbisik bisik pada telinga ini untuk melakukan hal lain yang prioritasnya sangat sekali rendah, tidak bermanfaat, dan bahkan tidak perlu.
Namun masa lalu tak bisa kita ulang lagi, yang berlalu biarlah berlalu, jangan sampai kita terlalu memikirkan hal hal yang lalu yang telah merusak kita, boleh memikirkan, tapi sewajarnya saja. Jadikanlah masa sulitmu sebagai pelecut semangat untuk bisa lebih hebat lagi dimasa yang akan datang. Ada kata bijak yang unik tentang kata “O”= OPPORTUNITY(kesempatan), pada kata “YESTERDAY” tak ada huruf “O” sehingga itu berarti bahwa tak ada kesempatan dihari kemarin, pada kata “TODAY” hanya ada sati huruf “O” yang berarti bahwa masih ada kesempatan pada hari ini, namun tidak banyak, sedangkan pada kata “TOMORROW” banyak sekali huruf “O” didalam kata tersebut yang menandakan bahwa banyak sekali kesempatan yang ada ketika hari esok. Luar biasa, maka dari itu mari lah kita songsong hari esok yang indah itu dengan penuh semangat dan sedikit senyuman.
Berbagi pengalaman, ketika anda sedang terjerebab dalam kesulitan, anda sedang dalam kondisi tidak baik untuk berbuat apapun, maka rubahlah sesuatu yang kalian punya, buat sesuatu yang baru dalam lingkunganmu, misalkan, rubah tata letak kamarmu menjadi sesuatu yang berbeda dari sebelumnya, yang bisa membuat anda puas. Rubah gaya rambutmu sehingga membuat kamu puas dan senang, intinya buat sesuatu yang nyaman dan menyenangkan dengan perubahan kondisi kondisi tersebut, kondisi yang bisa membuat anda senang melakukannya, walaupun anda harus mengeluarkan uang lebih untuk perubahanmu, berikanlah untuk itu, tapi ingat, uang yang kamu keluarkan itu harus bisa membuat anda puas dan senang dengan hal itu. Dan itu telah saya lakukan, hasilnya sangat memuaskan, saya bisa menulis dengan baik sekarang, kemalasan itu sudah mulai memudar, karena memang mungkin saya sekarang senang sekali dengan kondisi kamar saya (hal yang saya rubah adalah kamar) sehingga rasa malas itu kalah oleh rasa senang dan puas.
Setidaknya hal ini juga dipakai oleh salah satu pesepakbola professional dimana dia sedang dalam kondisi buruk kala itu, performanya menurun drastic ketikda ia sedang dipuncak, kemudian ketika musim baru akan dimulai, dia merubah gaya rambutnya, dia menginginkan hal itu, dan itu membuat dia senang dan puas, hasilnya dia kembali ke performa terbaiknya kembali, ketajamannya didepan gawang lawan mulai diperihitungkan kembali, dia sekarang menjadi momok menakutkan bagi sang lawan. Dia adalah Wayne Rooney dari Manchester United, awal musim 2010/2011 dia melakukan hal yang luar biasa, mencetak gol hamper disetiap pertandingan, setelah kemudian cedera menyapanya, ketajamannya mulai menurun, bahkan dia sempat puasa gol kala itu. Masalah pribadi membuat keadaan semakin rumit, dia semakin terpuruk, namun hebatnya dia masih berfikir jernih, dia mencoba mencari cara bagaimana dia bisa kembali ke performa terbaiknya. Kemudian dia memutuskan untuk mentranspalansi rambut dikepalanya, yang katanya rambutnya itu tidak bisa tumbuh sebelum ia melakukan transpalansi rambut. Dan sebelum musim 2011/2012 dia melakukannya, rambutnya mulai tumbuh, dan rambut itu memberi dia kepuasan yang luar biasa, dia merasa senang dengan kondisinya yang baru itu. Dan hasilnya, sungguh menakjubkan, dia membuat 5gol dalam 3 pertandingan diKlub, dan membuat 5gol dalam 3pertandingan pula diTimnas. Kisah yang menarik yang patut kita tiru ketika kita sedang terjerembab dalam masalah dan sulit untuk bangki.
#semoga bermanfaat
:)
Selengkapnya...
Pengolahan Benih
1. Pengolahan dan penyimpanan benih
Pengolahan dan penyimpanan benih yang baik akan membuat qualitas benih tetap terjaga, dan bisa membuat umur benih bertahan lebih lama jika dibandingkan kita tanpa mengolah dan menyimpan benih dengan baik. Kita harus menjaga beberapa hal supaya qualitas benih tidak menurun, seperti protein dan lipid, kemudian kadar air, suhu, dan kelembaban. Semakin tinggi kadar protein dan lipid dalam benih, maka umur benih bisa dipastikan akan lebih pendek, kemudian jika kadar air dalam benih tinggi pun itu bisa mempercepat deteorisasi. Dari kedua hal tersebut, maka kita bisa menyimpulkan bahwa untuk mempertahankan kualitas benih agar tetap baik, kita harus menjaga kedua hal tersebut, menjaga kadar air agar tetap rendah, dan menjaga kadar protein dan lipid tetap rendah pula. Pertanyaannya adalah “how to keep” ?.
Kemasan adaah salah satu cara untuk mempertahankan qualitas benih, hal ini berkaitan dengan penyimpanan. Kemasan berfungsi sebagai penjaga benih dari hama dan penyakit agar mereka tidak bisa masuk dan berpenetrasi kepada benih. Kemudian kondisi tempat penyimpanan pun harus diperhatikan, karena keadaan lingkungan disekitar penyimpanan benih sangat mempengaruhi qualitas benih. Kelembaban dan suhu sangat mempengaruhi, semakin tinggi suhu, maka semakin cepat metabolisme dari benih itu, dan itu mengakibatkan benih lebih cepat mengalami kemunduran, kelembaban dari ruangan pun tidak kalah mempengaruhi kualitas benih, karena jika kelembaban didalam ruangan tempat benih itu disimpan tinggi, maka akan memudahkan penyakit untuk berkembang didalam ruangan tersebut, karena kelembaban yang tinggi adalah kondisi lingkungan yang sangat disukai oleh pathogen
2. Siklus produksi benih
a. Pemilihan benih sumber
Pemilihan benih sumber ini sangat berpengaruh terhadap hasil dari benih yang nanti akan kita panen, karena jika benih sumbernya kurang baik, maka hasilnya pun jelas kurang baik. Maka dari itu kita harus memilih benih yang berqualitas untuk proses produksi benih.
b. Tanam
Setelah mendapatkan benih sumber yang baik, lakukan pengolahan tanah terlebih dahulu agar tanaman yang akan kita tanam tumbuh dengan baik. Sebelum menanam harus dilakukan pengecekan sejarah dari lahan tersebut, hal ini dilakukan untuk menghindari bekas penyakit yang ditinggalkan ditanah (soil borne deaseas), jika sejarah tanaman sama tanamannya dengan komoditas yang akan kita tanam, maka sebaiknya kita jangan menanam komoditas tersebut dilahan itu, atau sebaiknya kita mengganti komoditasnya untuk ditanam dilahan itu, tentunya komoditas yang berbeda dengan komoditas yang ditanam sebelumnya.
c. Uji lapang
Uji lapang ini meliputi inspeksi 1, 2, dan 3. Nanti kita cari lagi apa aja yang termasuk kedalam inspeksi tersebut.
d. Panen
e. Pengolahan benih (lihat ditugas satu) atau dibawah
f. Pengujian benih
Pengujian benih dilakukan untuk menentukan kelayakan benih, boleh disebar atau tidak. Jika benih ini bersertifikasi maka proses pengujiannya cukup panjang dan ketat. Uji sertifikasi benih meliputi uji kemurnian benih, uji daya kecambah, dan uji kadar air (sebenarnya ada 4, tapi lupa satu laginya, kalo ga salah mah yaitu bebas dari benih lain, kotoran, serasah,dll.
g. Packing
Packing ini termasuk kedalam penyimpanan benih, packing dengan kemasan yang baik akan membuat benih bisa bertahan lebih lama dan kualiasnya tetap terjaga seperti semula, tetapi tetap saja kemunduran benih akan terjadi, masalahnya disini jika kita berkemas dengan baik itu akan memperlambat kemunduran benih.
3.Fase- fase pengolahan benih
1. Trashing or ekstraksi
Fase ini adalah fase dimana pengambilan benih dari buah. Yaitu dengan cara diekstraksi atau dengan cara dirontokan. Hal itu tergantung jenis benihnya, jenis benih terdiri dari 2 jenis, pertama adalah ortodoks yaitu benih dengan kadar air sedikit, kemudian yang kedua adalah benih rekalsitran yaitu benih dengan kadar air banyak. Jika kita ingin mengambil benih yang sifatnya ortodoks maka pengambilannya cukup dengan dirontokan saja (ex : ngarambet), dan jika kita ingin mengambil benih yang memiliki sifat rekalsitran maka kita tidak boleh mengambilnya dengan cara dirontokan, karena jika begitu buah akan hancur, cara untuk mengambil benih yang memiliki sifat rekalsitran yaitu dengan cara diekstrak, dengan begitu buah tidak akan hancur.
2. Pre- Cleaning
Pre- Cleaning adalah pembersihan pertama. Hal ini dilakukan sebelum benih memasuki kedalam mesin- mesin yang akan memproses benih untuk tahap selanjutnya.
3. Drying
Proses drying dilakukan didalam mesin, dan proses ini merupakan proses pengeringan benih hingga kadar airnya terbuang dengan kadar yang telah ditentukan.
4. Cleaning
Proses ini adalah pembersihan ketika setelah selesai melakukan proses drying, proses ini juga dilakukan didalam mesin, mau secara manual juga bisa sih, tapi kurang efektif.
5. Separating and grading
Separating and grading merupakan proses dimana setelah pengeringan dan pembersihan selesai dilakukan, proses ini adalah proses pemisahan benih benih sesuai dengan criteria criteria yang telah ditentukan, dan di grading atau dikelas kelaskan sesuai dengan kualitas dari masing masing benih.
6. Seed testing
Seed testing dilakukan jika semua proses pemisahan dan dikelaskan selesai. Seed testing ini merupakan proses pengecekan apakah benih inilayak masuk sertifikasi atau tidak.
7. Seed treatment
Jika benih sudah lolos sertifikasi, maka benih akan diberi perlakuan atau yang disebut dengan seed treatment, seed treatment ini adalah perlakuan dengan diberikan fungisida yang bertujuan untuk memprotektif benih dari serangan hama dan penyakit selama ketika disimpan.
#ini asli karya tulisan saya, jadi kalo ada yang mau kopas, harap tulis sumbernya ya. :)
Kamis, 08 September 2011
It's About "Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (PHPT)" Part 1
Mengenai Pengendalian, banyak metode yang kini bisa diterapkan untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman yang telah kita budidayakan, salah satu yang paling efektif dan metode terkini adalah dengan pengendalian hama dan penyakit terpadu, atau lebih dikenal dengan sebutan PHT. Menilik kilas balik sejarah asal usul terbentuknya PHT ini adalah karena pengendalian- pengendalian sebelumnya belum cukup efektif untuk mengendalikan hama dan penyakit.
Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu adalah suatu konsep atau metode pengendalian hama dan penyakit dengan cara menggabungkan berbagai pengendalian yang telah ada untuk dijadikan satu sebagai suatu pengendalian yang efektif untuk mengendalikan hama penyakit dan juga ramah lingkungan. Konsep ini hadir ketika pengendalian- pengendalian sebelumnya belum bisa memenuhi kebutuhan manusia. Ada yang cukup efektif untuk mengendalikan hama dan penyakit, namun efek terhadap lingkungannya sangat berbahaya, begitu sebaliknya, memiliki efek baik terhadap lingkungan namun kurang efektif dalam mengendalikan Hama dan penyakit. Dan akhirnya hadir lah konsep PHPT ini yang diharapkan bisa mengendalikan hama dan penyakit dengan efektif dan juga ramah lingkungan.
Jika menyingkap sejarah, dahulu para pendahulu kita ketika zaman masih sangat belum berkembang, dan mereka mulai bercocok tanam, ternyata mereka pun telah menyadari adanya hama dan penyakit, dan mereka mengendalikan semua itu dengan metode yang sangat sederhana, mereka mengendalikannya dengan cara yang sekarang kita sebut metode fisik atau metode mekanis. Zaman mulai berkembang, mereka mulai mengeksplorasi alam dan menemukan tanaman- tanaman yang bisa dijadikan sebagai alat untuk mengendalikan hama dan penyakit. Mereka menggunakan bebauan yang menyengat dari tanaman tanaman tertentu untuk mengusir atau mencegah serangan hama dan penyakit, atau biasa kita sebut tanaman repelen, dan metode itu sekarang kita sebut pengendalian dengan metode biologis (pestisida nabati). Kemudian zaman terus berkembang dan semakin maju, mereka berfikir lagi, bahwa pengendalian dengan menggunakan bahan bahan dari alam atau pestisida nabati itu kurang efektif, karena yang mereka piikir efektif kala itu adalah mematikan hama dan penyakit tanpa ampun, mungkin seperti itu karena mereka sangat kesal sekali dengan serangan hama dan penyakit yang bisa mengakibatkan tanaman yang mereka budidayakan menjadi gagal panen.
Mereka mulai melakukan riset dan akhirnya menemukan bahan bahan kimia yang bisa dijadikan sebagai pengendalian yang sekarang kita sebut pengendalian dengan metode kimia (pestisida sintetis). Dan ternyata pengendalian yang seperti itu lah yang mereka inginkan. Pestisida sintetis dapat membunuh hama dan penyakit seketika, karena pada dasarnya bahan- bahan kimia adalah racun, dan mereka puas dengan apa yang telah mereka dapat. Waktu terus berjalan, dan ternyata bahan- bahan kimia itu berdampak sangat mengerikan, sehingga ada seorang wartawan yang menyadari dampak mengerikan tersebut dan membuat sebuah tulisan yang berjudul “silent spring”.
Buku tersebut menceritakan tentang keadaan musim semi kala itu, musim dimana biasanya para burung burung mulai berkicauan, namun sang wartawan tersebut melihat ada yang berbeda pada musim semi kala itu, dia menyadari bahwa tak ada burung- burung lagi yang berkicau riang saat musim semi, semuanya terasa hening. Dan para peneliti mulai melakukan riset dengan apa yang terjadi dengan keadaan kala itu. Dan ternyata, bahan- bahan kimia itu lah yang menyebabkan burung- burung tersebut mati. Jelas sekali, bahwa bahan bahan kimia itu adalah racun, manusia saja bisa mati jika meminumnya. Dan bagaimana si burung burung tersebut bisa mati, ternyata ketika kita menyemprotkan pestisida sintetis untuk mengendalikan hama dan penyakit itu pasti semprotannya tidak ada yang kena langsung ke hamanya, terjatuh didaun, terjatuh ditanah, terjatuh diair(sungai). Dan ketika butiran- butiran cairan kimia tersebut jatuh di air(sungai) lah yang menyebabkan kematian bagi burung- burung tersebut, karena mereka meminunm air (sungai) yang telah tercemar tersebut mereka langsung mati. Seketika itu pula mereka langsung menyadari bahwa pestisida sintetis sangat tidak ramah lingkungan.
Dengan buruknya dampak pestisida para ilmuan mulai berfikir lagi tentang pengendalian seperti apa yang efektif untuk mengendalikan hama dan penyakit namun juga ramah lingkungan. Waktu terus berjalan, dan akhirnya mereka menemukan suatu pengendalian yang mereka anggap efektif namun juga ramah lingkungan. Dan metode itu tak lain adalah Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (PHPT).
Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu menggabungkan berbagai pengendalian mulai dari pengendalian secara mekanik, biologis, hingga kimia. Pengendalian ini menggunakan metode metode tertentu pada saat saat tertentu. Jadi arti dari gabungan itu adalah bukan semua pengendalian digabung kemudian mengendalikan hama dan penyakit dengan berbagai pengendalian tersebut secara bersamaan, bukan seperti itu. Namun arti dari gabungan disini, kita menggunakan salah satu pengendalian yang telah disebutkan tadi ketika kondisi tertentu, kita boleh menggunakan pestisida sintetis, namun ada saatnya menggunakan itu, tidak sembarangan semprot memakai pestisida sintetis.
Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu ini sebenarnya mengutamakan “ramah lingkungan” kemudian baru pengendalian hama dan penyakitnya. Oleh karena itu, kita harus meminimalisir seminimal mungkin penggunaan pestisida sintetis yang notabennya tidak ramah lingkungan. Ada istilah Economic trash hold, Economic injury level, kedua hal itu adalah kondisi- kondisi yang menandakan kita harus menggunakan salah satu pengendalian yang tergabung dalam PHPT tersebut.
*sebenernya masih ada lanjutannya, tapi berlanjut.
#asli karya tulisan dari M Salman Umar Imani
dapusnya, ilmu ilmu dari dosen ketika perkuliahan :)
Selengkapnya...
Jika menyingkap sejarah, dahulu para pendahulu kita ketika zaman masih sangat belum berkembang, dan mereka mulai bercocok tanam, ternyata mereka pun telah menyadari adanya hama dan penyakit, dan mereka mengendalikan semua itu dengan metode yang sangat sederhana, mereka mengendalikannya dengan cara yang sekarang kita sebut metode fisik atau metode mekanis. Zaman mulai berkembang, mereka mulai mengeksplorasi alam dan menemukan tanaman- tanaman yang bisa dijadikan sebagai alat untuk mengendalikan hama dan penyakit. Mereka menggunakan bebauan yang menyengat dari tanaman tanaman tertentu untuk mengusir atau mencegah serangan hama dan penyakit, atau biasa kita sebut tanaman repelen, dan metode itu sekarang kita sebut pengendalian dengan metode biologis (pestisida nabati). Kemudian zaman terus berkembang dan semakin maju, mereka berfikir lagi, bahwa pengendalian dengan menggunakan bahan bahan dari alam atau pestisida nabati itu kurang efektif, karena yang mereka piikir efektif kala itu adalah mematikan hama dan penyakit tanpa ampun, mungkin seperti itu karena mereka sangat kesal sekali dengan serangan hama dan penyakit yang bisa mengakibatkan tanaman yang mereka budidayakan menjadi gagal panen.
Mereka mulai melakukan riset dan akhirnya menemukan bahan bahan kimia yang bisa dijadikan sebagai pengendalian yang sekarang kita sebut pengendalian dengan metode kimia (pestisida sintetis). Dan ternyata pengendalian yang seperti itu lah yang mereka inginkan. Pestisida sintetis dapat membunuh hama dan penyakit seketika, karena pada dasarnya bahan- bahan kimia adalah racun, dan mereka puas dengan apa yang telah mereka dapat. Waktu terus berjalan, dan ternyata bahan- bahan kimia itu berdampak sangat mengerikan, sehingga ada seorang wartawan yang menyadari dampak mengerikan tersebut dan membuat sebuah tulisan yang berjudul “silent spring”.
Buku tersebut menceritakan tentang keadaan musim semi kala itu, musim dimana biasanya para burung burung mulai berkicauan, namun sang wartawan tersebut melihat ada yang berbeda pada musim semi kala itu, dia menyadari bahwa tak ada burung- burung lagi yang berkicau riang saat musim semi, semuanya terasa hening. Dan para peneliti mulai melakukan riset dengan apa yang terjadi dengan keadaan kala itu. Dan ternyata, bahan- bahan kimia itu lah yang menyebabkan burung- burung tersebut mati. Jelas sekali, bahwa bahan bahan kimia itu adalah racun, manusia saja bisa mati jika meminumnya. Dan bagaimana si burung burung tersebut bisa mati, ternyata ketika kita menyemprotkan pestisida sintetis untuk mengendalikan hama dan penyakit itu pasti semprotannya tidak ada yang kena langsung ke hamanya, terjatuh didaun, terjatuh ditanah, terjatuh diair(sungai). Dan ketika butiran- butiran cairan kimia tersebut jatuh di air(sungai) lah yang menyebabkan kematian bagi burung- burung tersebut, karena mereka meminunm air (sungai) yang telah tercemar tersebut mereka langsung mati. Seketika itu pula mereka langsung menyadari bahwa pestisida sintetis sangat tidak ramah lingkungan.
Dengan buruknya dampak pestisida para ilmuan mulai berfikir lagi tentang pengendalian seperti apa yang efektif untuk mengendalikan hama dan penyakit namun juga ramah lingkungan. Waktu terus berjalan, dan akhirnya mereka menemukan suatu pengendalian yang mereka anggap efektif namun juga ramah lingkungan. Dan metode itu tak lain adalah Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (PHPT).
Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu menggabungkan berbagai pengendalian mulai dari pengendalian secara mekanik, biologis, hingga kimia. Pengendalian ini menggunakan metode metode tertentu pada saat saat tertentu. Jadi arti dari gabungan itu adalah bukan semua pengendalian digabung kemudian mengendalikan hama dan penyakit dengan berbagai pengendalian tersebut secara bersamaan, bukan seperti itu. Namun arti dari gabungan disini, kita menggunakan salah satu pengendalian yang telah disebutkan tadi ketika kondisi tertentu, kita boleh menggunakan pestisida sintetis, namun ada saatnya menggunakan itu, tidak sembarangan semprot memakai pestisida sintetis.
Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu ini sebenarnya mengutamakan “ramah lingkungan” kemudian baru pengendalian hama dan penyakitnya. Oleh karena itu, kita harus meminimalisir seminimal mungkin penggunaan pestisida sintetis yang notabennya tidak ramah lingkungan. Ada istilah Economic trash hold, Economic injury level, kedua hal itu adalah kondisi- kondisi yang menandakan kita harus menggunakan salah satu pengendalian yang tergabung dalam PHPT tersebut.
*sebenernya masih ada lanjutannya, tapi berlanjut.
#asli karya tulisan dari M Salman Umar Imani
dapusnya, ilmu ilmu dari dosen ketika perkuliahan :)
Tugas pertama Biometrik 2
Saya denger denger kalo tugas biomet2 pertama kaga bisa didownload. maka dari itu saya coba memberi solusi kepada temen temen yang penegn download tugas tersebut. saya re upload dengan tempat yang berbeda. cukup mudah. sok cobian. Klik disini
Selengkapnya...
Sabtu, 07 Mei 2011
Molekular Breeding (download)
Materi Rekayasa Tanaman III, tentang Molekular Breeding.
bagi temen temen yang belum punya slide dan video nya. bisa diunggah disini.
semoga dapat bermanfaat bagi temen temen sekalian.
Download disini (klik)
jika ada kritik dan saran silahkan disampaikan dikolom komen saja.
terima kasih.
Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)
