Comeback untuk kesekian kalinya, setelah dipostingannya berjudul comeback. Setelah sekian lama kembali dan kembali lagi, namun akan mencoba ditekadkan untuk dapat menulis secara konsisten. Di hari sebelumnya, blog sempat agak terlupakan yang kemudian teringat ketika mencari- cari sumber di internet ternyata blog lama muncul kembali serasa kembali bersama blog ini, yang kemudian munculah judul comeback namun setelah itu serasa hilang dan lupa kembali. Sempat ingin kembali namun kehilangan jejak dan sempat tidak bisa membuka blog ini.
Sekarang, saya coba buka kembali blog ini dan ternyata masih bisa dibuka, maka dari itu ingin coba untuk konsisten karena itu adalah masalah utama dari semua ini. Saya adalah researcher, harus dilengkapi dengan tulisan- tulisan agar menjadi lebih bermanfaat. Banyak hal yang bisa dituliskan, pengalaman sehari- hari hingga ilmu yang didapatkan ketika proses penelitian berlangsung. Selain tulisan ini akan bermanfaat untuk orang lain juga akan bermanfaat untuk diri sendiri, mengasah diri sendiri dan mengingatkan diri sendiri.
Yes, thats all from me. Selamat malam, semoga bertemu dilain waktu dengan kekonsistenan lebih baik lagi.
M Salman Umar
Selengkapnya...
Senin, 01 Februari 2016
Be Consistent!
Jumat, 27 November 2015
Comeback ! I'm Researcher
Minggu, 22 April 2012
Peramal :D
Permalan adalah cara untuk mengetahui masa depan, dan peramal identik dengan dukun. Namun siapa sangka anak jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) pun bisa melakukan ramalan, tentu peramalan disini berbeda dengan dukun. Peramalan yang dilakukan anak- anak jurusan HPT yaitu mengenai Epidemi Penyakit pada tanaman. Epidemi penyakit adalah penyebaran penyakit yang terjadi pada suatu lahan yang kita budidayakan. Selasa, 13 Maret 2012
Materi Kuliah Semester 6 (Download)
Tempat Download Bahan Ajar baru. ini khusus materi semester 6. untuk semester sebelumnya (semester 5) ada di thread sebelumnya. jadi untuk temen temen yang mau ambil bahan kuliah semester ini, ambil aja, gratis ko. mudah mudahan dengan hadirnya blog ini bisa membantu teman teman sekalian. hatur nuhun.
Sistem Pertanian Berkelanjutan Konservasi
- Pertemuan 1 (Download here)
- Pertemuan 2 ( Download here)
- Pertemuan 3 ( Download here)
- Pertemuan 4 (Download here)
- Download Materi FULLLLL (Download here)
Toksikologi Pertanian
- Pertemuan 1 (Download here)
- Pertemuan 2 (Download here)
- Pertemuan 3 ( Download here)
- Pertemuan 4 (Download here)
MIPKI
- Materi Praktikum 1 (Download here)
Sistem Pertanian Berkelanjutan Organik
- Pertemuan 4 ( Download here)
- Materi SPBO (Download here)
Pestisida dan Teknik Aplikasi
- Pertemuan 2 (Download here)
Selengkapnya...
Senin, 12 Maret 2012
I'm Return !
Sudah lama tak bersua dengan blogku ini. Semenjak internet kosan diputus, aktivitas didunia maya jadi tersendat. Sekarang sudah semester baru, semester 6. Saya berharap yang lebih baik lagi disemester ini, karena semester kemarin adalah semester terbaik selama ini.
Banyak harapan yang ingin dicapai, yang pertama tingkatkan IPK, dengan semakin sadarnya bahwa IPK itu juga penting dalam mencari karir dimasa depan nanti, saya berusaha keras untuk meningkatkan IPK yang ada, dengan cara yang baik tentunya. Karena ada cara- cara singkat juga dalam meningkatkan IPK, namun cara seperti itu hanya akan mendapatkan nilai semata, tidak dengan hard dan softskill, yang justru itu lah yang sebenarnya kita butuhkan didunia nyata nanti.
Harapan selanjutnya adalah mengejar beasiswa, hasrat tersebut mulai muncul mengobar, setelah sebelumnya saya tidak bisa sempat ikut seleksi beasiswa yang diharapkan untuk maju ke tahap selanjutnya. Hasrat tersebut semakin menggebu karena dalam hati saya berkata dengan yakinnya bahwa saya pasti bisa lolos seleksi ini. Tapi kenyataan berkata lain, dan saya harus menerima itu dan bersabar. Karena sifat saya itu adalah tidak bisa menerima kekalahan, saya penasaran dengan beasiswa ini. Saya merasa tertantang untuk bisa mendapatkan itu.
Ya! Semester ini, saya pasti bisa. Karena saya yakin dengan potensi yang ada pada diri ini. Semester ini sudah ada sedikit kemajuan. Dan saya yakin semester ini dan selanjutnya pasti akan lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi, hingga saatnya saya bisa menjadi yang terbaik.
Selengkapnya...
Rabu, 21 September 2011
Bentuk PHT (Trap Barrier System)
Trap Barrier System (TBS) adalah sebuah perangkap yang digunakan untuk meng merangkap tikus yang menyerang sawah. Seperti kita ketahui, sekarang ini tikus adalah momok yang sangat menyeramkan bagi para petani padi disawah. Pertanaman padinya hamper mencapai titik gagal panen, bahkan sampai gagal panen. Betapa tidak, tikus yang menyerang itu bukan satu atau dua, tapi hingga ratusan. Di daerah gunung manik kec Tanjung Sari, kab Sumedang saja, para petani mereka hamper tidak mau bercocok tanam padi lagi karena mereka merasa sangat terrganggu dengan adanya serangan dari tikus sawah tersebut. Karena memang ketika dilihat waktu itu kondisi padinya sangat kurang terjaga,gulma tumbuh tak beraturan, dan tumbuh dengan sehat, mungkin itu adalah bentuk ke pasrahan mereka terhadap serangan tikus tersebut.
Mereka bilang, mereka sudah melakukan segala cara untuk menangkal serangan tikus tersebut, namun serangan tikus masih saja meraja lela. Tapi akhirnya mereka tetap tidak mau menjadikan padi sebagai komoditas utama mereka, mereka lebih memilih bercocok tanam jagung, dan berternak sapi, itu lebih menguntungkan “katanya”. Trap Barrier System (TBS) ini cukup efektif dalam mengurangi jumlah tikus yang menyerang pertanaman padi, dan menurut beberapa saksi, memang begitu. Pada prinsip nya Trap Barrier System (TBS) ini adalah menjebak tikus agar bisa masuk perangkap.
Minggu, 18 September 2011
Strategy Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu
Rabu, 14 September 2011
Screen House (Rumah Kasa)
Metode budidaya yang dilakukan sama seperti metode budidaya professional yaitu perencanaan, kemudian pemilihan benih, penyemaian (hanya untuk sayuran{yang memiliki benih kecil}), tanam, panen, dan pasca panen. Pemilihan benih sangat lah penting karena benih adalah awal dari segalanya, jika benihnya kurang baik, maka bisa dipastikan hasilnya pun tidak akan baik. Syarat benih yang berkualitas adalah sebagai berikut : kemurnian lebih dari atau sama dengan 90%, benih sehat ( tidak tertular penyakit), daya kecambah lebih dari 90%, vigor tinggi, baik secara genetis, dan sebaiknya disarankan kita sebagai petani professional harus memilih benih yang bersertifikat karena benih yang telah melalui tahap sertifikasi itu sudah memiliki criteria- criteria yang telah disebutkan diatas tadi. Dalam konsep screen house ini (atau metode protektif), media tanam harus lah higienis, agar terjaga dari penyakit. Oleh karena itu sebelum tanam tanah sebagai media tanam tersebut harus distreilisasi terlebih dahulu dengan cara diuapkan, dengan dicampur fitmos dan sekam perbandingan 3:1.
Dalam konsep ini, irigasi sangatlah penting karena irigasi yang buruk akan membuat kondisi ruangan didalam rumah kassa akan membuat ruangan sangat lembab, dan itu akan mengundang pathogen datang, kondisi seperti itu sangat disukai oleh pathogen. Mulsa adalah salah satu bagian penting dari konsep rumah kassa ini. Karena mulsa dapat membuat tanaman lebih nyaman. Fungsi mulsa antara lain : memlihara kelembaban agar tetap terjaga(tidak terlalu tinggi), memelihara suhu (agar tidak rendah), mengaktifkan organism- organism antagonis, menonaktifkan gulma- gulma, dll.
Senin, 12 September 2011
Tempat Downlaod Bahan Ajar
Ada beberapa teman yang meminta data data perkuliahan, tugas, dan segala macamnya, saya coba untuk postingkan semuanya disini, agar bisa memudahkan temen temen untuk mengakses semuanya. tapi saya berharap bahan ajar ini bisa dipelajari dengan baik dan benar sehingga apa yang telah dilakukan itu bisa bermanfaat bagi saya dan temen temen tentunya.
-Tugas 2 (Tugas 2 -biometrika2-)
- Tugas 3 (Tugas 3 -biometrika2-
- Tabel stat (Tabel statistik)
- Materi full sampe UTS (Download semua)
- SPSS 20 (Part 1), (Part 2), (Part 3) ; Aktivasi (Download)
- Bahan UAS Full (Download)
-Materi Pertemuan 1 (Materi Pertemuan 1)
-Materi Pertemuan 2 (Materi Pertemuan 2)
-Materi Pertemuan 3 (Materi Pertemuan 3)
-Materi Pertemuan 4-7 ((Download)
- Materi Pertemuan 8&9 (Download)
- Materi Pertemuan 10 (Download)
- Materi Pertemuan 11 (Download)
- Materi Pertemuan 3 (Materi Pertemuan 3)
- Materi Pertemuan 5 (Materi Pertemuan 5)
- Materi PHPT full (Download)
4. Evaluasi Lahan
- Materi Pertemuan 1-4 (Materi Pertemuan 1-4 )
- Materi Pertemuan 5 dan tugas (download didieu)
- Materi Pertemuan after UTS (part1 , part2 , part3)
5. Tekben 3
- Materi pertemuan 5 (Pengemasan Benih dan Perawatan Benih)
- Bahan UAS (Download)dan(Download)
6. Komunikasi Agribisnis
- Materi Buat UTS (Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5)
Selengkapnya...
Sabtu, 10 September 2011
Speed limiter Internet Download Manager (IDM)
Jumat, 09 September 2011
Motivasi Diri
Pengolahan Benih
Kemasan adaah salah satu cara untuk mempertahankan qualitas benih, hal ini berkaitan dengan penyimpanan. Kemasan berfungsi sebagai penjaga benih dari hama dan penyakit agar mereka tidak bisa masuk dan berpenetrasi kepada benih. Kemudian kondisi tempat penyimpanan pun harus diperhatikan, karena keadaan lingkungan disekitar penyimpanan benih sangat mempengaruhi qualitas benih. Kelembaban dan suhu sangat mempengaruhi, semakin tinggi suhu, maka semakin cepat metabolisme dari benih itu, dan itu mengakibatkan benih lebih cepat mengalami kemunduran, kelembaban dari ruangan pun tidak kalah mempengaruhi kualitas benih, karena jika kelembaban didalam ruangan tempat benih itu disimpan tinggi, maka akan memudahkan penyakit untuk berkembang didalam ruangan tersebut, karena kelembaban yang tinggi adalah kondisi lingkungan yang sangat disukai oleh pathogen
2. Siklus produksi benih
a. Pemilihan benih sumber
Pemilihan benih sumber ini sangat berpengaruh terhadap hasil dari benih yang nanti akan kita panen, karena jika benih sumbernya kurang baik, maka hasilnya pun jelas kurang baik. Maka dari itu kita harus memilih benih yang berqualitas untuk proses produksi benih.
b. Tanam
Setelah mendapatkan benih sumber yang baik, lakukan pengolahan tanah terlebih dahulu agar tanaman yang akan kita tanam tumbuh dengan baik. Sebelum menanam harus dilakukan pengecekan sejarah dari lahan tersebut, hal ini dilakukan untuk menghindari bekas penyakit yang ditinggalkan ditanah (soil borne deaseas), jika sejarah tanaman sama tanamannya dengan komoditas yang akan kita tanam, maka sebaiknya kita jangan menanam komoditas tersebut dilahan itu, atau sebaiknya kita mengganti komoditasnya untuk ditanam dilahan itu, tentunya komoditas yang berbeda dengan komoditas yang ditanam sebelumnya.
c. Uji lapang
Uji lapang ini meliputi inspeksi 1, 2, dan 3. Nanti kita cari lagi apa aja yang termasuk kedalam inspeksi tersebut.
d. Panen
e. Pengolahan benih (lihat ditugas satu) atau dibawah
f. Pengujian benih
Pengujian benih dilakukan untuk menentukan kelayakan benih, boleh disebar atau tidak. Jika benih ini bersertifikasi maka proses pengujiannya cukup panjang dan ketat. Uji sertifikasi benih meliputi uji kemurnian benih, uji daya kecambah, dan uji kadar air (sebenarnya ada 4, tapi lupa satu laginya, kalo ga salah mah yaitu bebas dari benih lain, kotoran, serasah,dll.
g. Packing
Packing ini termasuk kedalam penyimpanan benih, packing dengan kemasan yang baik akan membuat benih bisa bertahan lebih lama dan kualiasnya tetap terjaga seperti semula, tetapi tetap saja kemunduran benih akan terjadi, masalahnya disini jika kita berkemas dengan baik itu akan memperlambat kemunduran benih.
3.Fase- fase pengolahan benih
1. Trashing or ekstraksi
Fase ini adalah fase dimana pengambilan benih dari buah. Yaitu dengan cara diekstraksi atau dengan cara dirontokan. Hal itu tergantung jenis benihnya, jenis benih terdiri dari 2 jenis, pertama adalah ortodoks yaitu benih dengan kadar air sedikit, kemudian yang kedua adalah benih rekalsitran yaitu benih dengan kadar air banyak. Jika kita ingin mengambil benih yang sifatnya ortodoks maka pengambilannya cukup dengan dirontokan saja (ex : ngarambet), dan jika kita ingin mengambil benih yang memiliki sifat rekalsitran maka kita tidak boleh mengambilnya dengan cara dirontokan, karena jika begitu buah akan hancur, cara untuk mengambil benih yang memiliki sifat rekalsitran yaitu dengan cara diekstrak, dengan begitu buah tidak akan hancur.
2. Pre- Cleaning
Pre- Cleaning adalah pembersihan pertama. Hal ini dilakukan sebelum benih memasuki kedalam mesin- mesin yang akan memproses benih untuk tahap selanjutnya.
3. Drying
Proses drying dilakukan didalam mesin, dan proses ini merupakan proses pengeringan benih hingga kadar airnya terbuang dengan kadar yang telah ditentukan.
4. Cleaning
Proses ini adalah pembersihan ketika setelah selesai melakukan proses drying, proses ini juga dilakukan didalam mesin, mau secara manual juga bisa sih, tapi kurang efektif.
5. Separating and grading
Separating and grading merupakan proses dimana setelah pengeringan dan pembersihan selesai dilakukan, proses ini adalah proses pemisahan benih benih sesuai dengan criteria criteria yang telah ditentukan, dan di grading atau dikelas kelaskan sesuai dengan kualitas dari masing masing benih.
6. Seed testing
Seed testing dilakukan jika semua proses pemisahan dan dikelaskan selesai. Seed testing ini merupakan proses pengecekan apakah benih inilayak masuk sertifikasi atau tidak.
7. Seed treatment
Jika benih sudah lolos sertifikasi, maka benih akan diberi perlakuan atau yang disebut dengan seed treatment, seed treatment ini adalah perlakuan dengan diberikan fungisida yang bertujuan untuk memprotektif benih dari serangan hama dan penyakit selama ketika disimpan.
#ini asli karya tulisan saya, jadi kalo ada yang mau kopas, harap tulis sumbernya ya. :)
Kamis, 08 September 2011
It's About "Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (PHPT)" Part 1
Jika menyingkap sejarah, dahulu para pendahulu kita ketika zaman masih sangat belum berkembang, dan mereka mulai bercocok tanam, ternyata mereka pun telah menyadari adanya hama dan penyakit, dan mereka mengendalikan semua itu dengan metode yang sangat sederhana, mereka mengendalikannya dengan cara yang sekarang kita sebut metode fisik atau metode mekanis. Zaman mulai berkembang, mereka mulai mengeksplorasi alam dan menemukan tanaman- tanaman yang bisa dijadikan sebagai alat untuk mengendalikan hama dan penyakit. Mereka menggunakan bebauan yang menyengat dari tanaman tanaman tertentu untuk mengusir atau mencegah serangan hama dan penyakit, atau biasa kita sebut tanaman repelen, dan metode itu sekarang kita sebut pengendalian dengan metode biologis (pestisida nabati). Kemudian zaman terus berkembang dan semakin maju, mereka berfikir lagi, bahwa pengendalian dengan menggunakan bahan bahan dari alam atau pestisida nabati itu kurang efektif, karena yang mereka piikir efektif kala itu adalah mematikan hama dan penyakit tanpa ampun, mungkin seperti itu karena mereka sangat kesal sekali dengan serangan hama dan penyakit yang bisa mengakibatkan tanaman yang mereka budidayakan menjadi gagal panen.
Mereka mulai melakukan riset dan akhirnya menemukan bahan bahan kimia yang bisa dijadikan sebagai pengendalian yang sekarang kita sebut pengendalian dengan metode kimia (pestisida sintetis). Dan ternyata pengendalian yang seperti itu lah yang mereka inginkan. Pestisida sintetis dapat membunuh hama dan penyakit seketika, karena pada dasarnya bahan- bahan kimia adalah racun, dan mereka puas dengan apa yang telah mereka dapat. Waktu terus berjalan, dan ternyata bahan- bahan kimia itu berdampak sangat mengerikan, sehingga ada seorang wartawan yang menyadari dampak mengerikan tersebut dan membuat sebuah tulisan yang berjudul “silent spring”.
Buku tersebut menceritakan tentang keadaan musim semi kala itu, musim dimana biasanya para burung burung mulai berkicauan, namun sang wartawan tersebut melihat ada yang berbeda pada musim semi kala itu, dia menyadari bahwa tak ada burung- burung lagi yang berkicau riang saat musim semi, semuanya terasa hening. Dan para peneliti mulai melakukan riset dengan apa yang terjadi dengan keadaan kala itu. Dan ternyata, bahan- bahan kimia itu lah yang menyebabkan burung- burung tersebut mati. Jelas sekali, bahwa bahan bahan kimia itu adalah racun, manusia saja bisa mati jika meminumnya. Dan bagaimana si burung burung tersebut bisa mati, ternyata ketika kita menyemprotkan pestisida sintetis untuk mengendalikan hama dan penyakit itu pasti semprotannya tidak ada yang kena langsung ke hamanya, terjatuh didaun, terjatuh ditanah, terjatuh diair(sungai). Dan ketika butiran- butiran cairan kimia tersebut jatuh di air(sungai) lah yang menyebabkan kematian bagi burung- burung tersebut, karena mereka meminunm air (sungai) yang telah tercemar tersebut mereka langsung mati. Seketika itu pula mereka langsung menyadari bahwa pestisida sintetis sangat tidak ramah lingkungan.
Dengan buruknya dampak pestisida para ilmuan mulai berfikir lagi tentang pengendalian seperti apa yang efektif untuk mengendalikan hama dan penyakit namun juga ramah lingkungan. Waktu terus berjalan, dan akhirnya mereka menemukan suatu pengendalian yang mereka anggap efektif namun juga ramah lingkungan. Dan metode itu tak lain adalah Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (PHPT).
Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu menggabungkan berbagai pengendalian mulai dari pengendalian secara mekanik, biologis, hingga kimia. Pengendalian ini menggunakan metode metode tertentu pada saat saat tertentu. Jadi arti dari gabungan itu adalah bukan semua pengendalian digabung kemudian mengendalikan hama dan penyakit dengan berbagai pengendalian tersebut secara bersamaan, bukan seperti itu. Namun arti dari gabungan disini, kita menggunakan salah satu pengendalian yang telah disebutkan tadi ketika kondisi tertentu, kita boleh menggunakan pestisida sintetis, namun ada saatnya menggunakan itu, tidak sembarangan semprot memakai pestisida sintetis.
Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu ini sebenarnya mengutamakan “ramah lingkungan” kemudian baru pengendalian hama dan penyakitnya. Oleh karena itu, kita harus meminimalisir seminimal mungkin penggunaan pestisida sintetis yang notabennya tidak ramah lingkungan. Ada istilah Economic trash hold, Economic injury level, kedua hal itu adalah kondisi- kondisi yang menandakan kita harus menggunakan salah satu pengendalian yang tergabung dalam PHPT tersebut.
*sebenernya masih ada lanjutannya, tapi berlanjut.
#asli karya tulisan dari M Salman Umar Imani
dapusnya, ilmu ilmu dari dosen ketika perkuliahan :)
Tugas pertama Biometrik 2
Saya denger denger kalo tugas biomet2 pertama kaga bisa didownload. maka dari itu saya coba memberi solusi kepada temen temen yang penegn download tugas tersebut. saya re upload dengan tempat yang berbeda. cukup mudah. sok cobian. Klik disini
Selengkapnya...
Sabtu, 07 Mei 2011
Molekular Breeding (download)
Materi Rekayasa Tanaman III, tentang Molekular Breeding.
bagi temen temen yang belum punya slide dan video nya. bisa diunggah disini.
semoga dapat bermanfaat bagi temen temen sekalian.
Download disini (klik)
jika ada kritik dan saran silahkan disampaikan dikolom komen saja.
terima kasih.
Selengkapnya...
Jumat, 29 April 2011
Tugas Tekprotan III
Postingan ini berisi sebagian dari keseluruhan makalah tentang "tanaman tahunan berorgan target batang" dari salah satu Mata Kuliah Teknologi Produksi Tanaman III.
saya sengaja memposting ini karena saya ingin berbagi dengan teman teman saya yang lain terutama junior junior yang belum mengambil mata kuliah ini. supaya memudahkan mereka dalam pencarian. tapi ingat! jangan karena saya memudahkan temen temen jadi keenakan, cuma bisa kopas tanpa baca!
"STOP MEMBACA UNTUK MEMELIHARA KEBODOHAN"
Download disini
Selengkapnya...
Senin, 11 April 2011
CONTOH TANAMAN BERORGAN TARGET BUNGA PADA GOLONGAN TANAMAN BUAH-BUAHAN BERUMUR TAHUNAN
Takutnya temen temen sekalian rada rada bingung bacanya, karena memang sengaja untuk dibuat bingung. haha
supaya anda membaca lebih teliti. :D
maka saya sediakan link downloadnya..
diantara bacaann itu. silahkan cari, dengan cara membacanya terlebih dahulu.
A. ANGGREK
I. Klasifikasi dan Morfologi
a. Klasifikasi
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Familia : Orchidaceae
Genus : Phalaenopsis
Species : Phalaenopsis amabilis
b. Morfologi
Anggrek bulan termasuk anggrek epifit monopodial yang tumbuh menjuntai. Batangnya sangat pendek dan terbungkus oleh seludang daun. Daunnya berjumlah kurang dari 5 helai, berwarna hijau, tebal, berdaging, berbentuk lonjong bulat telur sungsang atau jorong, melebar di bagian ujungnya, berujung tumpul, atau sedikit meruncing, dengan panjang 20-30 cm dan lebar 5-8 cm. Akar-akarnya berbentuk bulat memanjang serta berdaging, bercabang, berwarna putih dan hijau di bagian ujungnya. Bunga tersusun dalam tandan dan kadang-kadang bercabang dengan panjang karangan bunga mencapai 50 cm yang tumbuh menjuntai. Setiap tangkai mendukung 10-12 kuntum bunga dengan daun penumpu 5 mm berbentuk segitiga. Bunganya cukup harum dan waktu mekarnya lama. Perhiasan bunga tersusun membulat, dengan diameter 6-10 cm atau lebih, dan mahkotanya bertumpang tindih dengan kelopak tersusun membundar. Warna bunga putih bersih dengan sedikit variasi kuning dan bintik kemerahan di bibir bunga. Bibir kedua cuping sampingnya tegak melebar dan bagian tepi depannya berwarna kuning dengan garis kemerahan. Buah berbentuk bulat lonjong, berukuran 7,5 x 1,3 cm.
Bila Phalaenopsis kita berbuah, maka distribusi makanan di gunakan untuk pembentukan buah. Jangan heran bila pada saat anggrek kita berbuah, tanaman akan lambat pertumbuhanya. Merawat anggrek yang berbuah seperti merawat anggrek berbunga. Gunaka nutrisi yang mengandung 'P dan K' bila biji anggrek ingin di tanam, dan potong buahnya bila kita tidak membutuhkanya.
II. Sejarah Penamaan
Jenis Phalaenopsis yang pertama kali ditemukan adalah Phalaenopsis amabilis (L.) Bl. di Ambon (Maluku) pada tahun 1750. Dalam buku Herbarium Amboinense 6:99, Rumphius memberi nama jenis anggrek ini sebagai Angraecum album-majus. Di waktu yang bersamaan, pada tahun 1752, Peter Osbeck membawa spesimen jenis yang sama dari Jawa Barat dan diidentifikasi oleh Linnaeus sebagai Epidendrum amabile, seperti diterbitkan dalam Species Plantarum (1753), tanpa mengetahui publikasi yang terdahulu dari Rumphius. Pada tahun 1814, Roxburg juga mengidentifikasi jenis ini sebagai Cymbidium amabile. Namun pada tahun 1825 Blume memasukkan tumbuhan ini ke dalam marga Phalaenopsis dan diberi nama Phalaenopsis amabilis, seperti dipublikasikan dalam “Bijdragen (p.294)”. Nama tersebut disepakati oleh para ahli taksonomi sebagai nama yang valid dan dipakai hingga sekarang.
III. Habitat dan Persebaran
Anggrek ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga pegunungan dan umumnya hidup pada ketinggian 50-600 m dpl, namun kadang kala dapat berkembang dengan baik pada ketinggian 700-1.100 m dpl. Tanaman ini tumbuh epifit atau menempel di pohon-pohon yang cukup rindang dan menyukai tempat-tempat yang teduh serta lembap, terutama di hutan basah dengan curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun. Walau tumbuh di daerah tropis, tetapi anggrek ini membutuhkan sedikit cahaya matahari (12.000-20.000 lux) sebagai penunjang hidupnya, karena tidak tahan terhadap sengatan matahari langsung. Kelembapan udara yang diperlukan ratarata 70-80% dengan suhu udara hangat di bawah 290C. Anggrek ini tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Indonesia, Filipina, hingga Papua Nugini dan Australia.
Phalaenopsis bisa ditanam dalam pot atau ditempelkan pada batang pohon, lempengan pakis, maupun kepingan kayu. Pot yang digunakan bisa berupa pot tanah liat atau pot plastik dengan memodifikasi media tumbuhnya. Pada prinsipnya, anggrek memerlukan kelembapan tinggi, namun tidak menyukai kadar air yang berlebihan. Sirkulasi udara juga harus lancar agar tidak timbul penyakit. Pot harus diberi lubang pada bagian bawah dan samping agar tidak ada air yang tersimpan. Media yang digunakan dapat berupa pecahan genting, arang, dan cacahan pakis. Media tersebut hanya digunakan untuk tempat menempel dan membantu berdirinya tanaman, sedangkan nutrisi diperoleh dari pemupukan yang dilakukan dengan cara penyemprotan. Teknik pemberian pupuk cair yang dialirkan dalam talang ke pot-pot berisi Phalaenopsis seperti sistem hidroponik, cukup baik hasilnya.
Anggrek ini memiliki karakter tumbuh monopodial, sehingga tidak menghasilkan anakan ke samping. Dalam hal ini, perbanyakan Phalaenopsis akan lebih efektif jika dilakukan secara generatif daripada vegetatif. Proses perkecambahan biji dilakukan di laboratorium, yaitu dalam media agar-agar buatan yang dilakukan secara steril. Biji anggrek kecil berupa serbuk tidak memiliki cadangan makanan (endosperm), sehingga perlu dibantu dengan penambahan unsur hara makro, mikro, vitamin, dan gula yang diperlukan untuk perkecambahan. Unsur hara paling sederhana yang dapat digunakan untuk mengecambahkan biji anggrek adalah pupuk daun Hyponex, namun secara umum media anggrek standar yang banyak digunakan adalah Vacin & Went dan Knudson C. Media tersebut dapat dimodifikasi dengan penambahan bahan organik seperti air kelapa, tomat, tauge, kentang, atau ubi.
IV. Manfaat
Gambar 2. Bunga Anggrek Hibrida
Bunga anggrek sangat mudah di silangkan, baik secara alami maupun bantuan manusia. Sampai saat ini telah banyak silangan yang telah dihasilkan oleh manusia di muka bumi ini. Anggrek hasil silangan tersebut dikenal sebagai anggrek hibrida.
Hibrida Phalaenopsis, pemanfaatannya lebih banyak untuk tanaman pot (pot plant) yang diciptakan sesuai dengan selera konsumen, baik dari segi warna, ukuran, maupun bentuk bunganya. Sampai saat ini, sudah banyak hibrida Phalaenopsis yang dihasilkan baik melalui persilangan antar spesies (interspecific hybrid) maupun antar genera (intergeneric hybrid).
A. KENANGA
I. Klasifikasi dan Morfologi
a. Klasifikasi
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Magnoliales
Familia : Annonaceae
Genus : Cananga
Species : Cananga odorata (Lamk.) Hook
b. Morfologi
Tumbuhan ini dapat tumbuh mencapai ketinggian 30-35m atau bahkan lebih pada spesies liarnya (14-20m pada spesies genuina, dan 15-35m pada spesies macrophilla). Batangnya berwarna kelabu. Daun tumbuhan ini berwarna hijau dan tersusun berselang-seling serta berbentuk eliptikal berukuran 7-23 cm panjang dan 4-10 cm lebar. Tumbuhan ini juga mempunyai bunga berwarna kuning kehijauan yang wangi serta mempunyai 6 kelopak.
Bunga :
Gambar 3. Bunga Kenanga
Bunganya berbentuk “bintang” majemuk, pendek, menggantung dan berwarna hijau ketika masih muda, dan menjadi kuning setelah masak. Bunganya memancarkan aroma harum. Bunga itu muncul pada batang pohon atau ranting bagian atas pohon, dengan susunan yang khas. Mahkota bunga umumnya berjumlah 6, namun terkadang berjumlah 8 atau 9, berdaging, terlepas satu sama lainnya, dan tersusun dalam 2 lingkaran yang masing-masing biasanya berjumlah 3. Benang sarinya banyak, dan ruang tempat sari berhubungan terdapat di ujung tangkai sari, berbentuk memanjang dan tertutup, berwarna cokelat muda. Jumlah bakal buah sekitar 7 – 15. Kepala putik berbentuk tombol.
Batang :
Batang dari tumbuhan ini lurus dan kuat, dengan cabang lateral. Batang utama dari tanaman ini panjang dan kulit batangnya berwarna abu-abu keputihan
Daun :
Gambar 4. Daun Kenanga
Daunnya berbentuk lonjong berwarna hijau tua, tersusun berselang-seling, dengan ukuran helai daun mencapai 8-20cm x 5-10cm, dan petiola yang berukuran ±1,3cm. Bagian tepi daun berbentuk keriting atau berombak dan bagian pangkal daun berbentuk membulat.
Buah :
Gambar 5. Buah Kenanga
Buah berwarna hijau kehitaman, dengan diameter 1,5-2,5cm, tersusun dari 6-12 buah tiap tangkainya, dengan daging buah yang tebal, dan memiliki 6-12 biji yang kecil dan berwarna coklat muda.
Biji :
Biji buah ini berwarna coklat muda, kecil, berukuran 6-7mm x 4-5mm, berbentuk pipih, dengan permukaan biji yang keras. Biji kenanga sekitar 8 – 12 per buah tersusun dalam dua baris.
I. Daerah Asal dan Penyebaran
Tanaman Kenanga tersebar dari Burma sampai Australia bagian Utara, juga di India dan pulau-pulau di Pasifik sampai ke Hawaii. C. odorata diperkirakan berasal dari Asia Tenggara. C. odorata (famili Anonaceae) diduga berasal dari Maluku dan Filipina.
II. Habitat
Kenanga dapat tumbuh baik di seluruh Indonesia dengan ketinggian tempat di bawah 1200 m dpl (Sunanto, 1993). Pohon ini akan berbunga lebat, jika tumbuh di dataran rendah yang beriklim panas dan lembab, dengan ketinggian antara 20 – 700 m dpl (Nasution dan Sastrapradja, 1977). Curah hujan yang dibutuhkan berkisar antara 250-4000 mm/tahun dengan bulan kering mencapai 4 bulan. Sedangkan suhu rata-rata yang dibutuhkan tanaman ini berkisar antara 10-35°C, yang optimum 18-25°C. Dalam Yusuf dan Sinohin (1999) disebutkan bahwa kenanga tumbuh di daerah dengan curah hujan (650)1500-2000 (- 4000) mm dan suhu rata-rata tahunan 21-27 °C. Di Jawa, pohon ini tumbuh berkelompok di hutan-hutan lembab dan hutan jati. Di Papua New Guinea, kenanga tumbuh di tempat dengan ketinggian hingga 800 m dpl.
Pengamatan lapang menunjukkan bahwa kenanga bisa bertoleransi terhadap kondisi kering (curah hujan < 40 mm) dalam periode pendek, selama kurang dari 2 bulan. Tanaman ini juga mampu tumbuh pada kondisi tergenang selama beberapa waktu, namun pada kondisi rawa permanen pertumbuhannya akan terganggu. Selain itu, kenanga tidak menyukai tanah berkadar garam dan alkalin tinggi. Sunanto (1993) menyebutkan kenanga dapat tumbuh lebih baik jika kondisi tanahnya subur, terutama tanah jenis alluvial (Entisol / Inceptisol). Bentuk toleransi lain dari tanaman ini adalah kenanga dapat tumbuh pada tanah dangkal dan tidak subur, serta berada pada naungan sedang. Kenanga tumbuh paling baik pada penyinaran matahari penuh.
Tanah yang baik untuk pengembangan kenanga adalah tanah yang aerasinya baik dan solumnya dalam, tanpa lapisan batu atau padas. Hal ini penting karena tanaman tersebut memiliki perakaran yang dalam. Di Nossi Be (dekat Madagaskar), produksi dan mutu minyak kenanga yang terbaik diperoleh dari tanaman yang diusahakan pada tanah liat berpasir atau tanah vulkanik yang aerasinya baik.
III. Manfaat
Kulit batang kenanga menunjukan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan triterpenoid. Dalam abu ditemukan adanya kalium, kalsium, natrium dan magnesium, batangnya berwarna kelabu. Kenanga dijadikan sebagai sumber minyak atsiri untuk mewangian, kenanga juga menghasilkan kayu, yang berukuran besar dijadikan peti mati atau perkakas rumah. Kulit kayunya dapat dimanfaatkan sebagai serat untuk tali (di daerah-daerah Indonesia Timur), Bunga Kenanga dapat digunakan juga sebagai penghias dekorasi pada acara perayaan. Manfaat lain untuk aroma terapi yang efektif untuk melenyapkan bau badan yang sangat mengganggu. Bunga Canangium odoratum berkhasiat sebagai obat nyeri haid, di samping itu bunganya untuk bahan kosmetika.
Di Jawa dan Bali, kenanga diperdagangkan oleh penduduk setempat sebagai bunga rampai dan bunga tabur yang digunakan dalam upacara-upacara keagamaan. Selain itu kenanga juga dikenal sebagai tanaman obat, daun sebagai obat gatal (Burkill, 1935), bunga kering untuk obat malaria (Heyne, 1987); bunga segar untuk aroma terapi, serta kulit batang sebagai obat koreng. Minyak atsiri yang terkandung dalam bunga kenanga digunakan sebagai bahan minyak wangi. Minyak kenanga mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi di pasaran dunia. Selain bernilai ekonomis, pohon kenanga juga bernilai ekologis, dimana pohon ini dapat digunakan untuk stabilitas lereng karena tipe perakarannya yang kuat dan dalam.
Pohon kenanga umumnya diusahakan sebagai tanaman pekarangan atau tanaman tumpangsari. Di Boyolali, Blitar dan Pasuruan, kenanga ditanam secara tidak teratur di pekarangan-pekarangan rumah. Sedangkan di Cirebon dan Banten, dipelihara sebagai tanaman tumpang sari di antara pohon buah-buahan dan kelapa (Nasution dan Sastrapradja, 1975).
B. CEMPAKA
I. Klasifikasi dan Morfologi
a. Klasifikasi
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Magnoliales
Familia : Magnoliaceae
Genus : Michelia
Species : Michelia champaca
Gambar 6. Bunga Cempaka
b. Morfologi
Cempaka atau Michelia Champaka Linn adalah sejenis pohon berkayu yang memiliki tinggi rata-rata 30 meter.
Daun Cempaka berbentuk telur taji. Bagian bawah daun yang hijau itu terdapat bulu halus. Tiap kuncup daun dilindungi oleh 2 daun pelindung. Untuk bunga, warnanya putih, kuning, atau merah. Bentuknya seperti bunga Tulip. Buahnya ternyata enak untuk dimakan. Dalam pertumbuhannya, buah menjadi bulir panjang yang terdiri atas buah kecil- kecil berbentuk jantung. Biji dalam buah itu rasanya pahit. Kayunya sangat bagus untuk digunakan sebagai bagian dari bangunan rumah. Hanya saja, belum banyak orang yang menggunakan kayu Cempaka untuk kebutuhan tersebut.
Gambar 7. Buah Cempaka
Kulit kayunya berwarna coklat. Jika dibelah, warnanya kuning muda dan mudah terpecah. Bila dirasakan, kayu Cempaka terasa pahit dan agak wangi. Sedangkan, untuk kulit akarnya, warnanya merah, rasanya pahit, dan sangat tajam. Di dalam kulit dan daunnya, terdapat kandungan alkaloida dan zat samak. Kulit kayu dan akarnya juga mengandung damar. Asam damar juga terdapat pada bijinya, selain kandungan olein. Bunganya yang harum itu, terdapat minyak terbang (cheraniol, linalol, methuleugenol, asam benzoe, nerol, dan methulaethulazijnzuur).
II. Daerah Asal dan Penyebaran
Konon, tumbuhan ini berasal dari India dan banyak tersebar di Asia Tenggara dan Asia Timur, Selatan Sumatera: seputaran Lampung Barat, Jawa, Bali. Agen Penyebar biji diantaranya Burung Frugivora dan Beo. Burung-burung ini yang mampu menjelajahi hutan-hutan, berkunjung ke kebun, bekas hutan, hutan yang pernah terbakar membantu menyemaikannya yang kemudian diserahkan kepada alam untuk melanjutkan prosesnya. Ada yang berhasil tumbuh, ada pula yang tidak. Namun yang berhasil akan menjadi calon pohon induk yang akan berbaik hati dengan beo untuk menikmati bijinya. Proses alam terus berlangsung ada atau tanpa campur tangan manusia.
III. Habitat dan Tempat Tumbuh
Michelia champaca, nama yang cantik untuk sebatang pohon. Di hutan, tanaman ini termasuk pohon yang cukup tinggi. Cempaka tumbuh di tanah yang subur pada ketinggian hingga 1500 m dpl.
Gambar 8. Pohon Cempaka
IV. Manfaat
Di Jawa, umumnya dikenal ada dua jenis Cempaka, yaitu Cempaka putih dan kuning. Cempaka putih dibudidayakan untuk diambil bunganya. Biasanya, Cempaka putih ini untuk campuran sesajian atau wewangian lain. Wewangian itu dihasilkan dari ekstrak minyak asiri bunga, daun, dan kayu Cempaka. Kulit kayunya bermanfaat untuk obat demam. Jenis Cempaka yang kuning ini lebih dikenal sebagai kantil. Hampir semua bagian tumbuhannya berguna, yaitu akar, batang, kulit kayu, daun, bunga, buah, dan bijinya. Kulit kayunya terasa pahit dan berkhasiat untuk obat kuat, febrifugum, dan tonikum. Untuk kulit akarnya, bisa digunakan bagi perbaikan menstruasi, bersifat abortivum dalam mempercepat keluarnya uri atau plasenta. Daunnya, bila direbus dan ditambah madu, bisa digunakan untuk obat cacing, reumatik, tenggorokan, obat kumur, dan angina. Bila napas berbau (halitosis), rebusan daunnya juga bisa digunakan. Bunga kantil sangat harum. Di samping sebagai penghias rambut, Cempaka kuning ini bermanfaat untuk minyak wangi atau aromatikum, kosmetik, dan upacara keagamaan.
Selain itu, banyak juga orang yang menggunakannya untuk obat kuat, perangsang, dan diuretik. Minyaknya bisa untuk salep dan minyak rambut. Bagian kuncup bunganya juga kerap dimanfaatkan untuk obat penyakit raja singa (gonore uretritis) bila direbus dengan kelapa muda. Sedangkan, untuk bijinya yang dicampur dengan jahe, dapat dipakai sebagai obat demam pada anak-anak. Untuk menyapih anak dari ASI, biji kantil dihaluskan dan diletakkan di dada.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.flickr.com/photos/kmatsalleh/2351990374/
http://tanamanobat.org/433/kenanga/
http://pohoncempaka.blogspot.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Cempaka
http://noonathome.wordpress.com/2008/03/13/cempaka-berbagi-untuk-dirinya-beo-dan-manusia/
http://zulaikha1988.blogspot.com/2009/07/motif-bunga-cempaka-putih.html
http://toiusd.multiply.com/journal/item/156/Cananga_odorata
http://id.wikipedia.org/wiki/Michelia
http://alamendah.wordpress.com/2010/04/23/anggrek-bulan-puspa-pesona-indonesia/
http://shiemarin.wordpress.com/2011/03/16/anggrek-bulan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Anggrek_bulan
http://bdm-208.blog.friendster.com/2005/05/cara-menanam-merawat-anggrek/
http://www.candiorchid.co.cc/2010/08/merawat-anggrek-part-4-phalaenopsis.html
http://bungakuanggrek.blogspot.com/2010/10/bunga-anggrek-macam-macam-bunga-yang.html
http://bunga354.blogspot.com/
http://blog.beswandjarum.com/muhanugrah/2009/09/03/perbanyakan-tanaman-anggrek/
http://id.wikipedia.org/wiki/Orchidaceae
http://www.florabiz.net/budidaya/yuuk-budidaya-tanaman-anggrek.html
http://postberita.com/opinipublik/589-sejarah-dan-asal-usul-anggrek
http://www.plantamor.com/index.php?plant=258
http://id.wikipedia.org/wiki/Kenanga
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/artikel/ttg_tanaman_obat/depkes/buku1/1-054.pdf
http://tnalaspurwo.org/media/pdf/kea_canangium_odoratum.pdf
http://tani-sukses.blogspot.com/2010/02/budidaya-kenanga.html
http://images.toiusd.multiply.multiplycontent.com/journal?&page_start=80
http://www.situshijau.co.id/tulisan.php?act=detail&id=26&id_kolom=2
http://minyakatsiriindonesia.wordpress.com/budidaya-kenanga/titut-yulistyarini-dkk/
http://www.plantamor.com/index.php?plant=1969
http://www.plantamor.com/index.php?plant=844
http://www.plantamor.com/index.php?plant=846
http://www.plantamor.com/index.php?plant=845
http://www.plantamor.com/index.php?plant=1952
http://staff.blog.ui.ac.id/taqyudin/index.php/category/tropical-tree/
http://staff.blog.ui.ac.id/taqyudin/index.php/2009/03/20/
bunga-cempaka-michelia-champaca/
buat download pptnya silahkan download dibawah ini :
download disini
karena saya sangat baik hati sekali. :D
maka saya sediakan makalahnya pula.
Klik disini
Selengkapnya...
Minggu, 10 April 2011
Modul Praktikum Biotek HPT (download)
Postingan ini beriisi link download Modul Praktikum Bioteknologi HPT (2). bagi temen temen yang belum kebagian Modulnya (soalnya kan satu kelompok dapet satu), bisa langsung aja download disini aja , mangga cekidot dibawah :
klik in here untuk download
selamat menikmati. ^^
Selengkapnya...
Jumat, 08 April 2011
Pestisida Nabati (PesNab)
Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan bahannya terbuat dari nabati, contohnya dari tumbuhan. kini pestisida nabati mulai diperkenalkan untuk menggeser keberadaan pestisida sintetis yang diduga mempunyai nilai rusak yang tinggi terhadap lingkungan. dengan menggunakan konsep "back to nature" mungkin pestisida nabati dimasa mendatang akan sangat ramai dibutuhkan oleh para petani. ini bisa menjadi peluang usaha bagi seorang enterpreneur dibidang pertanian. kandungannya yang sangat ramah lingkungan dijadikan sebagai ujung tombak untuk mendongkrak naiknya pestisida nabati ini kepasaran. memang jika diliat dari keampuhan membunuh jika dibandingkan antara pestisida sintetis dengan pestisida nabati kemampuan membunuhnya lebih cepat pestisida sintetis, jika pestisida nabati membunuh perlahan tapi pasti. yang membedakan keduanya adalah masalah "ramah terhadap lingkungan" pestisida nabati sangat ramah lingkungan dibandingkan dengan pestisida sintetis dikarenakan pestisida nabati itu sangat sekali mudah untuk diuraikan.
_ditulis oleh M Salman Umar Imani. Calon Sarjana Muda Pertanian. FAPERTA UNPAD
Saya akan beri link download untuk memperjelas bahasan tentang pestisida nabati ini :
download Pesnab2.ppt
download Pesnab3.ppt
download Pesnab1.ppt
Selengkapnya...
Problem Base Learning
A. Penyakit Busuk pada Kentang
Sekitar 30-40% kerugian yang akan diderita petani bila busuk daun menjarah areal kentang. Apalagi jika terlambat mengendalikannya, tanaman akan hancur.
Penyakit busuk daun pada kentang atau yang biasa disebut lodoh oleh petani di Jawa Barat, sangat berbahaya. Serangannya dapat dijumpai di semua daerah yang ditumbuhi kentang. Namun serangan yang terberat biasanya terjadi di daerah yang udaranya lembab. Selain hasil yang diperoleh merosot, biaya produksi yang harus dikeluarkan pun jadi makin membengkak.
Gejala serangan tampak dengan adanya bercak basah bertepi tidak teratur pada tepi daun atau tengahnya. Bercak ini kemudian melebar dan terbentuklah daerah nekrotik berwarna cokelat. Di sekitar daerah itu terdapat bagian yang berwarna hijau kelabu yang dihasilkan oleh massa sporangium yang tampak berwarna putih. Serangan juga dapat terjadi pada tangkai daun atau tangkai anak daun dengan warna cokelat, melingkar, agak mengendap, dan dapat menimbulkan defoliasi.
Gejala ini cepat sekali menjalar ke seluruh areal kentang dan membinasakan tanaman, terlebih lagi bila musim hujan tiba. Percikan air akan menghantar spora cendawan ganas ini kemana-mana. Keganasan cendawan ini ternyata tidak hanya menimpa daun, umbi pun dimangsanya pula. Kulit umbi yang terserang melekuk dan agak berair. Bila umbi dibelah, daging umbi berwarna cokelat dan busuk. Yang akhirnya umbi tidak laku dijual. Jadi, tak aneh, bila hingga kini penyakit tersebut masih menjadi ancaman bagi para petani kentang.
Busuk pada daun
Busuk pada buah
B. Penyebab Penyakit Busuk pada Kentang
Penyebab penyakit ini adalah cendawan ganas bernama Phytophthora Infestans. Gelaja awalnya tampak berupa bercak-bercak hijau kelabu pada permukaan bawah daun, kemudian berubah menjadi coklat tua. Semula serangannya hanya terjadi pada daun-daun bawah, lambat laun merambat ke atas dan menjarah daun-daun yang lebih muda. Bila udara kering, jaringan yang sakit menjadi mengkerut, melengkung, dan memutar. Jika udara lembab, akibatnya akan semakin parah, jaringan daun akan segera membusuk dan tanaman mati.
Phytophthora Infestans
TAKSONOMI
Domain : Eukaryota
Kingdom : Chromalveolata
Phylum : Heterokontophyta
Class : Oomycetes
Ordo : Peronosporales
Famili : Pythiaceae
Genus : Phytophthora
Species : Phytophthora infestan
Ciri yang khas untuk mengenalnya ialah misellium yang tidak bersekat-sekat. Warna misellium putih, jika tua mungkin agak coklat kekuning – kuningan; kebanyakan sporangium berwarna kehitam–hitaman. Hifanya berkembang sempurna. Phytopthora memiliki sporangium yang berbentuk bulat telur. Phytophthora infestans memproduksi spora aseksual yang disebut sporangia. Ini adalah sporangia hyalin, berbentuk seperti jeruk nipis, panjangnya 20-40m. Cara ini dilakukan tanpa penggabungan sel kelamin betina dan sel kelamin jantan, tetapi dengan pembentukan spora yaitu zoospora yang terdiri dari masa protoplasma yang mempunyai bulu–bulu halus yang bisa bergetar dan disebut cilia, tetapi dapat juga berkembangbiak secara seksual dengan oospora, yaitu penggabungan dari gamet betina besar dan pasif dengan gamet jantan kecil tapi aktif.
Gambar 1. Morfologi Phytophthora Infestan
Gambar 2. Daur Hidup Phytophthora Infestan
Daur hidup dimulai saat sporangium terbawa oleh angin. Jika jatuh pada setetes air pada tanaman yang rentan, sporangium akan mengeluarkan spora kembara (zoospora), yang seterusnya membentuk pembuluh kecambah yang mengadakan infeksi. Ini terjadi ketika berada dalam kondisi basah dan dingin yang disebut dengan perkecambahan tidak langsung. Spora ini akan berenang sampai menemukan tempat inangnya. Ketika keadaan lebih panas, P. infestan akan menginfeksi tanaman dengan perkecambahan langsung, yaitu germ tube yang terbentuk dari sporangium akan menembus jaringan inang yang akan membiarkan parasit tersebut untuk memperoleh nutrient dari tubuh inangnya. Jamur juga dapat bertahan pada tanaman kentang yang biasanya terdapat di daerah penanam sayuran pegunungan.
Oospora sangat jarang dibentuk, bahkan di Indonesia belum pernah ditemukan karena jamur ini bersifat heterotalik, artinya perkembangbiakan secara seksual atau pembentukan oospora hanya terjadi apabila terjadi mating (perkawinan silang) antara dua isolat P. infestans yang mempunyai mating type (tipe perkawinan) berbeda. Inti sel antheridium dan oogonium akan saling melebur (karyogami) ketika antheridium memasuki oogonium. Mereka akan membentuk oospore diploid, yang mana akan berkembang menjadi sporangium dan daur hidup secara aseksual akan terulang. Oospora diproduksi pada daun kentang pada temperature dekat dengan 100% kelembaban relatif, 10 - 25,5C, dan pada saat itu Phytophthora menghasilkan sporangia dalam jumlah berlimpah pada permukaan daun.
C. Pertimbangan sebelum Strategi Pengendalian
Sebelum menentukan strategi pengendalian, hal-hal yang harus dipertimbangkan diantaranya:
Pemberian ketahanan genetik secara vertikal dan horizontal.
Ketahanan Vertikal
Tipe ketahanan vertikal dikendalikan oleh gen tunggal (monogenik) atau oleh beberapa gen (oligogenik ) dan hanya efektif terhadap biotipe penyakit tertentu. Secara umum sifat ketahanan vertikal mempunyai ciri-ciri :
1. Biasanya diwariskan oleh gen tunggal atau hanya sejumlah kecil gen,
2. Relatif mudah diidentifikasi dan banyak dipakai dalam program perbaikan ketahanan genetik,
3. Biasanya dikaitkan dengan hipotesis “gen for gen” dari flor,
4. Menghasilkan ketahanan genetik tingkat tinggi, tidak jarang mencapai imunitas, tetapi jika timbul biotipe baru maka ketahanan ini akan mudah patah dan biasanya tanaman menjadi sangat rentan terhadap biotipe tersebut, dan
5. Biasanya menunda awal terjadinya epidemi, tetapi apabila terjadi epidemi maka kerentanannya tidak akan berbeda dengan kultivar yang rentan.
Ketahanan Horizontal
Tipe ketahanan horizontal disebut juga ketahanan kuantitatif. Tanaman yang memiliki ketahanan demikian masih menunjukan sedikit kepekaan terhadap penyakit tetapi memiliki kemampuan untuk memperlambat laju perkembangan epidemi. Secara teoritis, ketahanan horisontal efektif untuk semua biotipe. Oleh karena itu, umumnya sulit dipatahkan meskipun muncul biotipe baru dengan daya serang yang lebih tinggi. Varietas dengan tipe ketahanan demikian dapat diperoleh dengan cara mempersatukan beberapa gen ketahanan minor ke dalam suatu varietas dengan karakter agronomik yang unggul melalui pemuliaan konvensional maupun non-konvesional.
Ciri-ciri khusus ketahanan horizontal adalah :
1) Biasanya memiliki tingkat ketahanan yang lebih rendah dibandingkan dengan tipe ketahanan vertikal, dan jarang didapat immunitas,
2) Diwariskan secara poligenik dan dikendalikan oleh beberapa atau banyak gen,
3) Pengaruhnya terlihat dari penurunan laju perkembangan epidemi.
Perlakuan tanah :
a) Pembalikan tanah
b) Penggenangan
c) Pengaturan pH
d) Penambahan bahan organik
Cara-cara bercocok tanamnya
a. Rotasi tanaman dengan yang bukan satu family
b. Tumpang sari
c. Benih sehat yang bersertifikat
Umbi untuk bibit diambil dari tanaman yang sehat. Umbinya sendiri harus sehat dan tidak cacat. Jika umbi yang digunakan sebagai bibit sudah sakit (tak normal), jangan harap akan diperoleh tanaman yang sehat. Ciri umbi yang sehat tampak segar, tidak busuk, kulitnya mulus, tidak ada bekas-bekas serangan hama penyakit. Ukuran umbi untuk bibit lebih kurang yang beratnya 30gr dan bersertifikat.
d. Sanitasi lahan
Bibit yang sehat belum menjamin tanaman akan terbebas dari penyakit ini bila kondisi lapangan tidak sehat. Oleh karena tiu, perlu diusahakan agar areal tanaman terbebas dari sumber inokulan (penularan) cendawan Phytopthora Infestans. Caranya adalah dengan melakukan pembajakan, penggaruan, penggenangan, pengaturan pH, penambahan bahan organic (bokasi / cacing) dan rotasi tanaman (pemberaan), serta tumpang sari untuk mematikan atau memutuskan siklus hidup cendawan ganas ini.
Biaya pengeluaran
D. STRATEGI PENGENDALIAN PENYAKIT BUSUK DAUN PADA KENTANG
Lahan kentang yang terserang cendawan ganas Phytophthora Infestans, solusi yang pertama hanyalah melakukan panen muda, yang jelas saja hasilnya tidak akan maksimal, kemudian bakar tanaman kentang yang terjangkit, dan berikan fungisida kimiawi.
Kemudian bila ingin berhasil menanam kentang, kita harus bisa mengatasi serangan penyakit lodoh. Sebelum mengetahuinya, jangan coba-coba menanamnya, nanti menyesal jadinya.
o Secara Fisis
- peningkatan suhu pada tanah (solarisasi)
Solarisasi tanah adalah suatu metode pasteurisasi yang efektif untuk menekan banyak spesies nematoda. Tetapi metode ini efektif bila cukup cahaya matahari pada musim panas. Tanah diberi plastik transparan selama 6-8 minggu. Panas matahari akan diperangkap oleh plastik, sehingga menaikkan temperatur tanah.
- peningkatan suhu pada saat perendaman benih.
o Secara Biologi
-Menggunakan jamur antagonis : Trichoderma, MVA
Menggunakan Trichoderma :
Trichoderma spp. efektif mengendalikan OPT / cendawan tular tanah. Trichoderma spp. menghasilkan enzim kitinase dan ß- 1.3-glukanase, dengan proses antagonis parasitisme yang dapat membasmi cendawan Phytophthora Infestans. Cendawan Trichoderma spp. diaplikasikan langsung ke tanah. Cara pengendalian Phytophthora infestans oleh cendawan Trichoderma dengan dosis 100gr/lt air (media beras), ditambah dengan zat perekat.
Menggunakan MVA (Mikoriza Vasikular Arbuskular)
-Menggunakan bakteri antagonis : Psedomonas fluorescens
o Secara Kimia
-Sintetik : -Botani :
*Pestisida *bawang putih
*Fumigasi *zingiberaceae
*Penyemprotan *sirih
Dengan rekomendasi pengendalian seperti ini, residu pestisida tidak akan berlimpah sehingga perusahaan dapat memasok hasil kentang ini ke hipermarket yang memberlakukan standar yang ketat tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
1. www.google.com
2. pink-territory.blogspot.com
3. www.wikipedia.com
4. http://hpt.unpad.ac.id
5. TRUBUS No 242 TAHUN XXI


